Megadeth Sukses Guncang JogjaROCKarta #2

JOGJAKARTA – Band Legendaris yang mengangkat tema Trash Metal, Megadeth mengguncang Stadion Kridosono, Daerah Istimawa Yogyakarta, Sabtu, (27/10) ini. Puncak acara International Rock Music Festival yang diadakan Rajawali Indonesia Communication sebagai promotor bekerja sama dengan Bank Jateng ini sukses besar.

Para pecinta musik cadas dari seluruh indonesia maupun mancanegara rela menunggu hingga malam hanya demi menonton band puncak, Megadeth. “Selamat malam, terima kasih sudah ada disini malam ini,” sebut Dave Mustaine, Frontman Megadeth dalam bahasa inggris.

lagu Hangar 18, Threat Is Real dan The Conjuring sukses menghentak panggung Internasional event ini. Dave Mustane masih belum panas. Iringan gitar sambi vokal miliknya tak henti-hentinya bermain di hadapan 15.000 penonton yang hadir. “Intinya acaranya sukses, sekitar 15000 orang hadir dan membeli tiket,” sebut Anas Syahrul, CEO Rajawali Indonesia Communication.

Kiko Loureiro, gitaris band yang didaulat sebagai The Legend Of Trash Metal Band ini tak mau kalah. Ia menampilkan permainan gitar terbaiknya. Lagu Wake Up Dead, IMDH, Sweating Bullets, She Wolf dan Tornado yang lebih mengedepankan skill gitar tingkat tinggi, sukses ia mainkan. Lagu favorit Presiden Indonesia, Joko Widodo dari Megadeth ini pun ternyata dimainkan band asal Amerika ini.

Conquer or Die, Trust, Dawn Patrol, Poison Was The Cure kembali sukses mereka tampilkan. “Such a great audiences,” sebut Dave lagi di sela setlistnya. David Ellefson pada Bass dam Dirk Verbeuren pada Drum juga tak mau ketinggalan menampilkan bakatnya.

Di tengah lagu My Last Words, A Tout Le Monde dan Take No Prisoners, di tengah Megadeth, pria berkostum robot muncul menampilkan aksi theatrical seiring lagu yang dimainkan band yang ketiga kalinya datang ke Indonesia ini. “Were having some song playing just for you,” teriak Dave.

Mendekati lagu akhir, teatrikal pria berkostum unik dengan topeng full tengkorak robot kembali disuruhkan band yang sudah menelurkan 15 lagu dalam konser kali ini.

Lagu Dystopia yang berhasil menghantarkan Megadeth dalam penghargaan musik dunia Grammy Awards sebagai best metal performance dihadirkan. Menyusul lagu Dystopia, Symphony, Mechanix, Peace Sells, dan Holy Wars menutup penampilan epic helatan tahunan musik cadas tahun ini.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Rajawali Indonesia For Radar Malang