Media Salah Satu Tempat Berproses Seorang Penulis

MALANG KOTA – Ada penulis yang seolah enggan mempublikasikan hasil karyanya di media massa. Ada penulis yang sering mengirim tulisan, namun tidak pernah dimuat media massa. Penyair muda Faris Naufal R menyebut media sebagai salah satu tempat berproses bagi penulis.

Apa yang disampaikan Faris tersaji dalam Silaturahmi Sastra bertemakan Ruang Sastra dan Peran Media, di news kafe Radar Malang, Jumat malam (26/7). Faris menjadi pembicara bersama redaktur sastra Malang Post Bagus Ary W. Seperti biasa, acara selalu dimulai dengan sejumlah penampilan baca puisi oleh penikmat dan pegiat literasi yang datang.

Bagus mengatakan, ruang sastra saat ini memang tidak hanya dimiliki oleh media cetak. Menjamurnya media online menurutnya, juga menjadi berkah bagi penulis menyalurkan karyanya ke media. Dari kacamata surveinya, saat ini juga sudah semakin menjamur penulis-penulis muda dengan karya yang baik. Dan itu menurutnya lebih baik dari pada orang yang hanya bisa mengkritik, tapi tidak berkarya.

”Orang mau berkarya itu sudah luar biasa. Saya selalu lihat itu di email sastra Malang Post, banyak sekali yang mengirim dan tidak itu-itu saja,” kata pria kelahiran 28 Juli itu.

Begitu jug kata Faris, ruang sastra memang sudah ada dimana-mana. Namun perlu diketahui kata dia, ada perbedaan karakter atau ciri khas yang dimiliki masing-masing media yang memuat karya sastra. Hal itu kata dia, sebagai legitimasi media masing-masing untuk menyeleksi naskah karya tulis. ”Perbedaan karakter ciri khas itu memang perlu,” kata pegiat literasi Kalimetro itu.

Mahasiswa akhir Universitas Brawijaya (UB) tersebut mengatakan, ruang sastra di media merupakan tempat penulis berporses. Atau sebaliknya, bukan sebagai tempat penulis berupaya mencari identitas diri agar bisa disebut sastrawan.

”Penulis berproses dimana saja. Nah media dengan karakteristiknya, mengkurasi naskah penulis. Maka manfaatkan ini sebagai wadah penulis berproses,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Fajrus Shiddiq