Medan Langganan Banjir, Edy Belum Temukan Solusi Konkrit




JawaPos.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi baru 13 hari dilantik. Namun, sudah banyak masalah yang harus dihadapinya. Salah satu masalah adalah banjir yang kerap melanda Kota Medan.



Banjir sudah menjadi langganan di Kota Medan. Namun belum ada solusi konkrit hingga sekarang.  Edy Rahmayadi pun langsung melakukan peninjauan saat banjir menerjang beberapa kawasan padat penduduk, Minggu (16/9) lalu.




Sebagai kelanjutannnya, hari ini mantan Pangkostrad itu langsung memimpin rapat koordinasi dengan warga di bantaran Sungai Babura Medan bersama pemerintah daerah terkait, Selasa (18/9). 



Edy Rahmayadi mash akan mempelajari penyebab banjir di Kota Medan. (Dok.Humas Pemprov Sumut)



Edy bersama pemangku kebijakan lainnya, masih akan mempelajari penyebab banjir. Rapat dilakukan langsung di lokasi terjadinya banjir. Menurutnya, itu merupakan satu langkah yang tepat guna membahas penanganannya ke depan. 





“Jadi yang penting itu bukan berikan bantuan beras dan mie instan setiap ada musibah seperti ini. Yang penting bagaimana tidak lagi banjir. Itu yang akan kita lakukan. Makanya saya minta data (rekaman video dan foto) mulai dari ujung paling atas sampai ke hilir,” ujar Edy dihadapan ratusan warga sekitar yang memadati halaman kantor Kelurahan Beringin.



Edy pun menyempatkan diri meninjau kondisi Sungai Babura. Dia juga melihat kondisi rumah warga yang terdampak banjir. 



“Solusinya belum ketemu, karena belum ada yang bisa njawab saya, kenapa Sungai ini banjir,” ujarnya. 



Sementara ini, Pemprov Sumut akan melibatkan berbagai pakar untuk penuntasan banjir di Medan. Bahkan dia tak segan untuk memindahkan warga yang tinggal di bantaran sungai jika memang harus dilakukan. 



“Kalau memang perlu rakyatnya kita geser, akan kita geser,” ujarnya.  



Sementara itu, Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menyebutkan bahwa, seluruh sungai yang ada di Kota Medan nantinya akan ditelusuri. “Karena selama ini, banjir yang terjadi belum juga ada solusi agar warga tidak mengalami kerugian terus menerus,” ujarnya. 



(pra/JPC)