Mbois, Varian Topeng Malangan Kian Melimpah

MALANG KOTA – Geliat perekonomian terlihat di gelaran Malang City Expo 2018. Pameran berbagai jenis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai dari pertanian, perdagangan, distrik, jasa, manufaktur, dan lain-lain. Termasuk kerajinan kesenian topeng Malangan dari Azka Production.

Pembuatan topeng dari fiber dan kertas bekas ini mendapatkan lirikan cukup antusias dari para pengunjung Malang City Expo. Kemarin (12/4) para pengunjung terlihat memadati stan tersebut.

”Kalau target sih nggak banyak, Mas. Rata-rata per bulan 500 pesanan,” terang Tyas Rukminto, owner Azka Production.

Menurut dia, dalam expo ini diharapkan dapat menggenjot jumlah pesanan topeng yang diproduksi di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.

Tyas menjelaskan, dua hari mengikuti acara yang digelar Dinas Perindustrian Kota Malang, dia mencapai 10 persen dari target yang dicanang per bulan. Artinya, total topeng yang laku 50 buah. Rata-rata, Tyas melanjutkan, para pembeli lebih menyukai topeng Malangan yang dibingkai. Hal ini digunakan untuk hiasan meja maupun dinding rumah warga.



Harganya cukup terjangkau untuk dijadikan bingkisan, yakni Rp 90 ribu untuk ukuran paling besar. Sedangkan ukuran sedang, Tyas hanya mematok harga Rp 50 ribu–Rp 65 ribu.

Namun, tidak hanya topeng dalam bentuk bingkai, tapi dia juga memberikan pilihan lain. Seperti gantungan kunci dan topeng yang digunakan untuk tari tradisional. Harga gantungan kuncinya jauh lebih terjangkau. Yakni, sekitar Rp 5 ribu. Biasanya, ini digunakan untuk suvenir pernikahan.

Dia menjelaskan, selama 15 tahun menggeluti bisnis tersebut harus ada inovasi penjualan. Jadi, barang akan tetap laku terjual. Dan peminatnya terus meningkat.

”Harus ada pembaruan, mulai warna hingga cara kami menjual,” kata perempuan berusia 30 tahun ini.

Tyas menerangkan, selama ini dia juga membuat penawaran berupa pelatihan pembuatan topeng. Hal ini bisa membantu dalam mencapai target yang ditetapkan Tyas.

Seperti kemarin, Tyas memberikan rangsangan kepada para pengunjung untuk mencoba merasakan melukis topeng Malangan. Dengan begitu, dia mengharapkan, ini menjadi stimulus para pengunjung Malang City Expo untuk mengetahui proses pembuatan topeng di rumahnya, Lesanpuro Gang XII, Kedungkandang.

”Lumayanlah dari antusiasnya cukup tinggi. Padahal, masih saya ajak melukis topengnya saja. Belum membuat dari bahan dasar,” pungkasnya.

Pewarta: Rino Hayyu
Penyunting: Irham Thoriq
Copy editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto