Mayoritas Anggota Peradi Sudah Mendaftar E-Court

KOTA BATU – Rakernas II Peradi yang berlangsung di Golden Tulip Holland Resort, Kota Batu, akhir pekan kemarin(12–14/10) membawa dampak positif bagi seluruh peserta. Tidak terkecuali anggota dari Malang Raya. Karena mereka bisa mendaftarkan diri dalam aplikasi sistem administrasi perkara di pengadilan secara elektronik atau e-Court.

Ketua DPC Peradi Malang Raya Iwan Kuswardi SH MH menyatakan, sekarang ini kurang lebih 80 persen anggotanya telah mendaftarkan diri di e-Court. Artinya, jumlah tersebut sudah cukup besar, dari kurang lebih 210 anggota DPC Peradi Malang Raya. ”Tahun ini, kami targetkan semuanya mendaftar e-Court,” tegasnya. Sebab, dia melanjutkan, pada 2019 nanti semua advokat sudah diwajibkan terdaftar.

Adanya e-Court ini, Iwan melanjutkan, sebenarnya mempunyai manfaat dan keuntungan yang sangat besar bagi para advokat. ”Manfaatnya bagi advokat bisa beracara dengan biaya yang murah,” kata dia. Sebab, Iwan melanjutkan, setiap advokat bisa memasukkan perkara di pengadilan yang di luar domisili hanya melalui aplikasi tersebut. ”Misalnya mendaftarkan perkara di Pengadilan Medan, saya tidak perlu datang langsung ke Medan. Saya bisa mendaftarkan melalui e-Court ini,” kata dia.

Selain itu, dengan aplikasi ini juga bisa mendapatkan taksiran panjar biaya perkara hingga pembayaran bisa dilakukan secara online. Surat pemanggilan juga dilakukan dengan saluran elektronik. ”Dengan menggunakan sistem ini kan artinya memangkas ongkos karena semua online. Nanti langsung diberikan pemberitahuan melalui e-mail,” kata dia. Karena itulah, nantinya e-mail juga tidak boleh gonta-ganti. Adanya aplikasi ini juga lebih aman dan nyaman. Sebab, pendaftarannya harus menyertakan berbagai persyaratan yang tidak bisa dipalsu. ”Pendaftar harus memasukkan berita acara sumpah profesi dari Kejati,” ungkapnya.

Pewarta: Aris Dwi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani