Mau Foto Jurnalistik yang Keren? Ini Rahasia dari Yuyung Abdi, Fotografer Senior Jawa Pos

Yuyung Abdi saat meberikan materi fotografi

KOTA MALANG – Fotografer senior, Dr. Yuyung Abdi, fotografer senior Jawa Pos memberikan banyak tips memotret dalam acara pelatihan jurnalistik kelas eksekutif di kantor Jawa Pos Radar Malang, Minggu (26/5). Dia mengatakan bahwa dalam dunia foto jurnalisitik ada dua point penting untuk diketahui, yakni ekspresi dan dinamisasi subjek.

Menurut Yuyung, kedua point ini akan membuat karya foto jurnalistik mempunyai news value dan point of interest yang tinggi. Pada poin ekspresi, Yuyung menjelaskan, dengan melalui poin inilah foto bisa berbicara tanpa kata. “Kita bisa tau manusia mengungkapkan kesedihan kegembiraan ya melalui ekspresi itu,” ungkap Yuyung.

Untuk itu, ia menyarankan untuk tidak memotret objek yang nir ekspresi. Karena point of interesnt-nya, atau point yang membuat menariknya akan berkurang.

“Kalau tanpa ekspresi jangan foto, gak ada point of interestnya,” sarannya.

Sementara itu, untuk poin dinamisasi subjeknya, kata Yuyung ada tiga sub poin, yakni, sisi fisik, populitasnya, dan behind story.

Dalam menerangkan tiga sub-point itu mencotohkan beberapa kasus seperti pemilihan antara anak kecil dan dewasa atau difabel dan orang normal

“Jika kita ada dua objek, yakni anak kecil dan orang dewasa. Sebaiknya memilih yang anak kecil begitu juga difabel dan orang normal pilih yang difabel,” tutur Yuyung.

Pemilihan itu menurutnya akan mengangkat news value dari suatu foto. Contoh, pemilihan difabel, mungkin sosok dalam foto tidak se-prominance artis. Namun, pada difabel, imbuhnya, ada behind story yang tertuang dalam foto.

“News value dan point of interestnya akan lebih dapet,” jelas Yuyung.

Pelatihan jurnalistik kelas eksekutif tersebut diikuti oleh beberapa orang dari berbagai institusi. Salah satunya, Humas Polresta Batu, yang mengungkapkan pelatihan ini sangat membantu dirinya selaku humas untuk mengambil foto yang bagus.

“Ini sangat membantu banget sih, kan saya Humas Polresta Batu, jadi tau bagaimana cara motret yang bagus,” tuturnya tersenyum.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Laoh Mahfud