Matangkan Mekanisme Kerja Sama Wisata Wendit

PAKIS – Wacana peralihan tata kelola Taman Wisata Air Wendit kepada pihak ketiga terus digodok Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Setelah beberapa pihak ketiga serius mendekati, kini pemkab mulai berancang-ancang untuk menentukan mekanisme kerja samanya. ”Kami akan evaluasi lagi nanti kerja samanya dalam bentuk apa,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Mulyono.

Salah satu prosedur yang akan dipelototi yakni tahap melengkapi dokumen administrasi. Sebelum ditetapkan sebagai pengelola, para calon pihak ketiga diharuskan mengikuti tahapan lelang terlebih dahulu. ”Memang ada beberapa investor yang melamar, salah satunya yakni PT Inti Composite Figlasindo Utama. Tapi nggak tahu yang terpilih nanti yang mana, yang pasti harus memberikan manfaat untuk Kabupaten Malang,” kata Didik.

Manfaat yang dimaksudkannya terutama yakni mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Seperti diketahui, ada beberapa kendala yang masih harus dituntaskan Pemkab Malang untuk merealisasikan rencana itu. Salah satunya yakni inventarisasi aset. Baik aset bangunan maupun lahan. Untuk inventarisasi bangunan, mantan inspektur Kabupaten Malang itu menyebut bila progresnya telah tuntas 100 persen.

Sisanya, Didik menyebut bila Dinas Pertanahan Kabupaten Malang sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan sertifikasi lahan di Taman Wisata Air Wendit. ”Ada dua bidang lahan yang memang masih belum (bersertifikat). Dinas pertanahan tadi menyampaikan Agustus bisa selesai,” tambah Didik. Disinggung terkait jadwal meneken memorandum of understanding (MoU), dia masih belum bisa memperkirakannya. ”Dalam waktu dekat inilah semoga,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wacana peralihan tata kelola wisata Wendit memang sudah digulirkan sejak tahun 2018 lalu. Dari hasil pemaparan salah satu calon investor, diketahui beberapa rencana pengembangan di sana. Kurang lebih akan ada 19 wahana baru yang siap dibangun. Feasibility study (FS) pun telah dituntaskan oleh pihak ketiga tersebut. Intinya, konsep wisata di sana akan sedikit berubah.



Jika sebelumnya Taman Wisata Air Wendit hanya beroperasi mulai pagi sampai sore, ke depannya Wendit berpeluang untuk dibuka sampai malam hari. Salah satu wahana yang bakal menjadi masterpiece-nya yakni air mancur warna-warni. Meski nanti destinasi itu bakal dikelola pihak ketiga, Wakil Bupati Malang HM Sanusi menegaskan beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar.

Salah satunya dalam hal penentuan tarif masuk kawasan wisata. ”Wendit ini dari dulu adalah wisata rakyat, jadi semua kalangan harus tetap bisa masuk,” kata Sanusi. Berikutnya berkaitan dengan aspek sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Seperti diketahui bahwa di dalam wisata Wendit terdapat sumber mata air Sendang Widodaren yang hingga saat ini masih dipercaya masyarakat suku Tengger sebagai salah satu mata air peninggalan leluhur mereka.

Sanusi meminta pada pengelola wisata agar warisan budaya tersebut tidak digeser. ”Masyarakat di sekitar juga harus dilibatkan karena dari dulu yang mengelola dan merawat memang penduduk sekitar,” tukasnya.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya
Fotografer          : Rubianto