JawaPos.com – Derasnya hujan dengan intensitas yang beragam membuat segala kemungkinan musibah dapat terjadi. Baik banjir, gelombang tinggi dan juga angin puting beliung.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin menyatakan kondisi ini harus diwaspadai berbagai wilayah utamanya Jabodetabek. Sebab, puting beliung dapat terjadi utamanya di Bulan Desember.

“Potensi puting beliung masih perlu diwaspadai selama bulan Desember ini, mengingat pertumbuhan awan jenis cumulonimbus ini masih cukup potensial,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (6/12).

Miming menjelaskan kondisi puting beliung dapat terjadi karena adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Bogor dan sekitarnya, yang menyebabkan terjadinya hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.

“Ciri khas puting beliung ini secara visual adalah adanya angin yang bermutar dan seperti keluar dari awan Cumulonimbus,” tuturnya.

Miming mengingatkan agar masyarakat di wilayah Jabodetabek dapat menghindari tempat-tempat yang berbahaya. Sebab, kondisi lingkungan saat puting beliung dapat memiliki dampak yang buruk.

“Lebih baik mewaspadai pohon besar yang terlihat sudah mulai rapuh, atau papan reklame dalam ukuran besar yang pondasi atau tiangnya sudah keropos, sehingga ketika ada angin kencang akan mudah roboh,” pungkasnya.

(rgm/JPC)