Masyarakat Perlu Diberdayakan Agar Lebih Produktif

JawaPos.com -Partai Perindo menggelar bazar murah serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kepedulian Partai Perindo kepada rakyat kecil. Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menjelaskan, ada dua hal yang dilakukan Partai Perindo sebagai bentuk kepedulian pada masyarakat, yaitu membantu dan membangun masyarakat.

Membantu, lanjutnya, dituangkan dalam program aksi nyata Perindo, seperti bazar murah, di mana mereka bisa membeli beras dengan harga murah, layanan ambulans Perindo yang siap siaga 24 jam melayani masyarakat di seluruh kabupaten/kota dengan gratis.

Selain itu, ada fogging untuk membasmi wabah demam berdarah. “Kami terjun Fogging Serentak Nasional juga, banyak warga terbantu, tentunya demam berdarah itu bahaya,” katanya, Jumat (13/4).


Namun hal yang lebih penting lagi, kata Hary, adalah membangun masyarakat. “Program kita bagaimana memberdayakan masyarakat, membangun masyarakat, membuat mereka yang tadinya kurang produktif menjadi produktif,” tuturnya.

Hary mengatakan, dengan membangun masyarakat bawah naik kelas menjadi mapan, Indonesia akan lebih cepat menjadi negara maju.

“Kita semua ingin Indonesia maju, tapi kalau mayoritas masyarakat kita masih menengah ke bawah, masih golongan ekonomi lemah, belum mapan, sulit bagi kita untuk cepat menjadi negara maju,” kata Hary.

Sebagai contoh, program 100.000 Gerobak Perindo se-Indonesia, di mana UMKM binaan Perindo ini memberikan modal gerobak untuk berusaha. Selain itu, mereka dibimbing, dilatih, mulai dari membuat produk, pemasaran, menjaga kualitas, pelayanan hingga ke pembukuan. Masyarakat dibina Perindo hingga mereka maju dan berkembang.

“Pendapatan mereka berhasil meningkat, ada yang penghasilannya Rp 5 juta, 6 juta, Rp 9 juta, Rp 15 juta. Banyak, saya sudah keliling Indonesia, saya sudah cek satu persatu,” tegasnya.

Usaha yang maju pun terus didorong untuk jadi semakin maju. Seperti di Jakarta Selatan misalnya, pedagang yang penjualannya sudah mencapai Rp 45 juta per bulan dengan keuntungan bersih sekitar Rp 15 juta per bulan diberikan gerobak lagi agar termotivasi untuk mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

Dengan tambahan cabang yang baru, penghasilanya bisa meningkat dua kali lipat. Tidak itu saja, mereka pun bisa membuka lapangan kerja baru untuk orang lain yang membantu mereka berjualan.

Artinya, akan banyak para pencipta lapangan kerja baru yang menyerap tenaga kerja. Seperti di Pasuruan, UMKM binaan Partai Perindo yang usaha kecil-kecilan kopi bubuk yang tadinya hanya berusaha sendiri, kini telah memiliki enam orang karyawan.

Begitu pula petani, yang tadinya menggarap sawah secara tradisional lantas dibangun Perindo menjadi petani modern. Petani diberikan peralatan, seperti traktor, perontok padi, sehingga proses pengerjaan menjadi lebih cepat, lebih efesien.

Tidak hanya dibekali peralatan modern, para petani juga diberikan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan kemampuan mereka. Begitu juga bibit unggul, varietas tanaman unggul. Setiap petani binaan di daerah bisa berbeda-beda jenisnya, ada yang pepaya, tomat, padi, dan lain sebagainya disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.

Partai Perindo juga memiliki program untuk membangun masyarakat nelayan. Seperti revitalisasi perahu, koperasi nelayan, bantuan alat tangkap modern, dan peralatan keselamatan.

Selain itu, mereka juga diberikan pelatihan-pelatihan untuk memberikan nilai tambah pada hasil tangkapannya, sehingga penghasilan dan kualitas hidup mereka bisa jauh meningkat.

“Semua terkait dengan bagaimana kita memberdayakan masyarakat, membangun masyarakat, supaya bisa meningkat kesejahteraannya. Ini yang kami lakukan,” kata Hary.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia