Masuk UB, Ojol Cueki Drop Zone

KOTA MALANG- Tujuh titik drop zone yang diusulkan pasca pencabutan larangan ojek online (ojol) masuk Universitas Brawijaya (UB) terpantau belum maksimal digunakan. Sejak kemarin (8/4) ojol yang masuk hanya menitipkan kartu identitas ke satpam lalu berhenti di sembarang kawasan.

Kepala Satuan Pengamanan UB, Syambodo Rachman mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) terkait palang atau tanda titik drop zone. Namun saat ini kabar dari DPM, penanda drop zone masih belum sesuai rencana.

“Kan rencananya dibikin kayak halte gitu, jadi ada payonnya (atap). Kita buat senyaman mungkin untuk mahasiswa. Tapi untuk membuatnya butuh waktu, sehingga kabar terakhir drop zone hanya ditandai dengan tulisan nomor-nomor di 7 titik itu,” paparnya.

Dari pantauan radarmalang.id, kini palang drop zone masih berbentuk persegi dengan tulisan angka di setiap titik yang ukurannya sulit dijangkau mata dari kejauhan. Sehingga inilah yang membuat ojol tidak mengetahui tepat dimana posisi drop zone berada.

“Kalau dari pihak keamanan sebenarnya ingin segala sesuatunya sudah tertata rapi sebelum peraturan ini berlaku. Mulai dari drop zone, fasilitas penunjang, dan sanksi yang diterapkan. Sehingga ojol masuk bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.

Sebelumnya, Aliansi Resah (Amarah UB) melakukan unjuk rasa di depan rektorat senin lalu (1/4). Mereka menuntut evaluasi kebijakan stiker parkir UB dan penghapusan larangan ojol masuk kampus. Hasilnya, pihak rektorat menyetujui ojol masuk dengan beberapa ketentuan.

Beberapa ketentuan tersebut adalah ojol harus berhenti di titik dropzone dan saat masuk ojol harus menyerahkan kartu identitas kepada satpam untuk jaminan agar tidak ngetem di dalam.

Baru sehari peraturan ini diberlakukan, kemarin (8/4) sejumlah driver ojol sudah banyak yang mengeluhkan peraturan ini. Mereka merasa, penyerahan kartu identitas sebagai jaminan sangat merepotkan.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting : Fia