Masuk Pomal, Prajurit Patahkan Balok Berapi

KABUPATEN – Kebahagiaan tampak menyelimuti 60 prajurit yang telah menerima baret biru dalam upacara pembaretan di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 4/Purboyo di Bantur, Kabupaten Malang, kemarin (23/6). Mereka dinyatakan resmi masuk dalam satuan Korp Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) setelah melalui berbagai pendidikan.

Mulai pendidikan Diktukpa XLVIII, Diktukba XLVIII, Dikmaba XXXVIII/I, dan Dikmaba XXXVIII/II Korps Polisi Militer TA/2018 selama kurang lebih 15 hari. Pembaretan tersebut dihadiri langsung oleh Danpuspomal Laksamana Pertama TNI Dr Nazali Lempo SH MH dan Wadan Kodiklatal Laksma TNI B. Ken Tri Basuki MSi (Han) CHRMP.

Dalam sambutannya, Nazali Lempo menegaskan, pembaretan merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan di lingkungan korps Pomal setiap ada anggota baru yang sudah menyelesaikan pendidikan. Mulai operasi amfibi, pendaratan, pindah gelar, atau pergeseran pasukan.

Selain itu, juga ada pendidikan tentang ilmu medan membaca peta (IMMP), problem pengambilan tawanan perang, pengurusan tawanan perang, interniran perang (warga negara asing yang dicurigai mata-mata), hingga olah tempat kejadian perkara (TKP).

”Saya berpesan agar para prajurit yang baru ini dapat menjalankan amanahnya sebagai prajurit. Sebab, hal itu adalah tanggung jawab kalian, baik di dunia maupun di akhirat,” kata Lempo.



”Meski begitu, kalian tetap tidak boleh sombong. Pakai filosofi padi. Semakin berisi, semakin merunduk,” tambah perwira TNI bintang satu itu.

Dia juga menegaskan, para prajurit tersebut akan ditugaskan di berbagai daerah di Indonesia. ”Nanti akan diatur penempatan mereka. Sesuai kondisi, (ditempatkan) di tempat yang kekurangan personel,” ucapnya. Usai upacara pembaretan, para prajurit menyuguhkan berbagai atraksi. Mulai dari atraksi pencak silat hingga atraksi mematahkan balok yang terbakar. 

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mahmudan
Fotografer : Darmono