Masuk Pekan Terakhir Ramadan, Permintaan Daging Naik Tajam

JawaPos.com – Permintaan daging meningkat di pekan terakhir Ramadan. Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur  Muthowif menuturkan, jika dibandingkan dengan hari biasa, kenaikannya sekitar 10 persen. Diperkirakan, puncak kenaikan permintaan berlangsung pada minggu depan.

’’Akan mencapai puncaknya pada H-2,’’ ujar Muthowif seperti dikutip Jawa Pos, Sabtu (1/6).

Kenaikan itu diprediksi bisa mencapai 50 persen. Naiknya cukup signifikan jika dibandingkan dengan awal puasa lalu yang hanya sekitar 5 persen. Meski ada tren peningkatan, sejauh ini kondisi harga relatif stabil. Dia memperkirakan, harga baru naik pada H-3. ’’Itu pun situasional lihat kondisi sapi siap potong di pasar tradisional,’’ tuturnya.

Saat ini suplai sapi siap potong masih berasal dari para peternak lokal. Sapi itu dijual di pasar sapi tradisional. Jadi, pemenuhan kebutuhan daging sapi segar saat ini lebih banyak dipasok para peternak tradisional ketimbang feedloter. Sebab, banyak feedloter yang sudah libur. Untuk pemotongan, lanjut dia, jadwal operasi rumah pemotongan hewan (RPH) di bawah kewenangan tiap-tiap RPH.



’’Untuk sementara, dari edaran yang kami dapat, akan ada libur selama dua hari pada H-1 dan hari H,’’ jelasnya.

Berdasar sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, harga daging pada Jumat (31/5) sebesar Rp 109.946 per kg. Harga tersebut sedikit meningkat jika dibandingkan dengan awal Mei yang mencapai Rp 107.826 per kg.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : res/c7/oki