Masuk FK UB Makin Sulit

Tim dokter RST Dr Soepraoen Malang saat mengoperasi pasien tumor phyllodes Kamis pagi (20/7).

MALANG KOTA – Para pelajar yang hendak masuk Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) tahun ini harus lebih giat belajar. Lantaran, pelung masuk fakultas favorit tersebut tahun ini kian sulit.

Strata satu (S-1) Kedokteran misalnya, saat ini hanya dijatah sekitar 225 mahasiswa baru. Padahal, tahun lalu dan 2016, setiap prodi di Fakultas Kedokteran dijatah 248 mahasiswa baru (maba).

Saat ini, selain kuota S-1 Kedokteran yang turun, tapi nyaris semua prodi mengalami penurunan. Prodi Farmasi sekitar 120 maba, S-1 Kebidanan sekitar 110 maba, S-1 Keperawatan sekitar 100 maba, dan S-1 Gizi Kesehatan sekitar 120 maba. Nantinya, total mahasiswa yang akan diterima mulai S-1, S-2, hingga PDS (Pendidikan Dokter Spesialis) berjumlah 800 mahasiswa.

Angka-angka ini sesuai dengan aturan dari Permenristekdikti 43/2017 mengenai regulasi kuota nasional mahasiswa baru dokter dan dokter gigi. Di dalam peraturan ini, penetapan kuota berdasarkan nilai prodi. Prodi dengan nilai tertinggi maksimal menerima 250 mahasiswa kedokteran dan 200 mahasiswa kedokteran gigi. Sedangkan prodi nilai terendah hanya boleh menerima 50 mahasiswa baru kedokteran dan 25 mahasiswa kedokteran gigi.

”Kami sudah mengurangi dan menurut aturan yang berlaku. Kalau tahun 2016 dan tahun lalu untuk S-1 jumlahnya sekitar 248-an setiap prodi. Saat ini kami ingin menambah mahasiswa di S-2 dan S-3,” ujar Dekan FK UB Dr dr Sri Andarini MKes dalam keterangan pers kemarin (2/2).



Menurutnya, S-2 Program Magister Keperawatan akan ditambah peminatannya. Yakni, peminatan Keperawatan Gawat Darurat dan Keperawatan Jiwa. Selain itu, juga ditambah Minat Medikal Bedah pada Prodi Magister Keperawatan. Diharapkan dengan penambahan minat itu mahasiswa S-2 akan bertambah. Nantinya, S-3 juga akan ditambah minatnya.

Sementara itu, untuk pengetatan kuota mahasiswa, menurut dia, itu berkaitan dengan peningkatan akreditasi. Nantinya, prodi yang akreditasinya B akan berupaya meraih akreditasi A. Sedangkan bagi yang sudah terakreditasi A diupayakan untuk memiliki sertifikasi internasional.

”Ini memang sesuai dengan program dari rektor. Tiap fakultas harus ada sertifikasi internasionalnya. Masing-masing fakultas minimal satu. Kami juga terus bergerak dan membawa maju institusi kami,” imbuhnya. Untuk diketahui, saat ini akreditasi prodi-prodi di FK UB adalah A dan B.

Sementara itu, wakil dekan 1 FK UB Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA(K) menyatakan, target FK pada tahun ini adalah 15 prodi terakreditasi A. ”Tahun ini sudah tidak ada prodi yang akreditasinya C,” katanya.

Saat ini, dari 23 prodi di FK UB, yang terakreditasi berjumlah enam. Antara lain, S-1 Kedokteran, S-2 Biomedik, Sp. Ilmu Penyakit Dalam, Sp. Orthopedi dan Traumatologi, Sp. Patologi Klinik, dan Sp. Radiologi. Wisnu juga membocorkan, selama ini yang paling sulit dimasuki karena peminatnya banyak sekali adalah farmasi, gizi, kebidanan, dan keperawatan.

Sementara itu, UIN Malang tetap akan menerima 50 mahasiswa baru untuk fakultas kedokteran. Jumlah ini sama dengan jumlah yang diterima tahun lalu.

”Ya karena keterbatasan sarana prasarana seperti lab, tenaga lab, dan juga dosen. Makanya tetap (yang diterima 50 mahasiswa baru, Red),” ucap rektor UIN Prof Dr Abdul Haris MAg.

Pewarta : Imarotul Izza
Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Arief Rohman
Foto: Bayu Eka