Masuk Fase 2, Pengamat: Tak Masalah MRT Lintasi Cagar Budaya






JawaPos.com – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta segera memasuki pembangunan ke fase 2 yaitu rute Bundaran HI-Kampung Bandan. Nantinya, Kereta MRT akan melewati kawasan bersejarah seperti Kota Tua.





Pengamat Transportasi Deddy Herlambang melihat hal tersebut tidak masalah kecuali pembangunannya di atas tanah. Sebab, jika jenisnya subway atau bawah tanah pastinya pembangunan akan dibuat sangat dalam.





“Saya pikir kalau subway nggak masalah sama seperti di Paris itu heritage juga. Atasnya nggak berubah, tapi bawahnya sudah sampai level 17 ada mall, rumah sakit, hotel. Tapi di atas tidak berubah, yang perlu dibangun kan subway di bawahnya,” ungkapnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (27/10).





Bahkan, Deddy menyarankan untuk Pemprov DKI Jakarta belajar pada negeri Belanda. Pasalnya, Belanda memiliki tanah yang unik yaitu lebih rendah daripada laut, namun buktinya sistem transportasi bawah tanah yang dimiliki sangatlah baik.





“Di Amsterdam juga tanahnya lebih rendah daripada laut, makanya kalau mau belajar hidrologi belajar dari Belanda. Ratusan tahun lalu juga punya kanal di Semarang, Batavia, saya pikir mereka juga paham penanganan banjir,” terangnya.





Namun, tetap Deddy meminta agar PT MRT Jakarta terus berkoordinasi dan memahami terkait lahan yang dipakai untuk pembangunan Fase II. Sebab, perlu kajian dan penelitian untuk mengetahui pembangunan aman dilakukan atau tidak.






“Kalau melewati kawasan-kawasan heritage memang harus ada kajian ulang untuk menelaah pembangunan di lahan heritage,” pungkasnya.






Seperti yang diketahui dalam fase 2 ini, ada delapan stasiun yang akan dilalui yaitu, Stasiun Sarinah, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, Stasiun Kota, dan Stasiun Kampung Bandan.





(rgm/JPC)