Masjid Agung Jami, Perpaduan Gaya Arab dan Jawa

MALANG KOTA – Masjid Agung Jami’ merupakan masjid yang berdiri sejak tahun 1890 yang dibangun oleh bupati yang menjabat saat itu yaitu Tumenggung Suryo.

Sebenarnya terdapat dua catatan mengenai pembangunan Masjid Agung Jami’ ini dimana yang pertama dibangun pada tahun 1875, dan yang kedua pada tahun 1890 tersebut. Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan gaya bangunan Arab dan Jawa. Masjid ini berlokasi di pusat kota, di depan alun-alun merdeka Malang, tepatnya di Jl. Merdeka Barat no. 3.

Ada beberapa kegiatan selama bulan Ramadhan di Masjid Agung Jami’. Yaitu pengajian subuh dan pengajian menjelang buka puasa pada pukul 16.30-17.15. Selain itu ada pula pengajian Manasik Haji pada jam 18.00-20.00.

“Kegiatan ini berguna untuk membantu calon-calon jamaah haji yang akan melaksanakan haji, tapi tidak menutup kemungkinan untuk jamaah yang ingin memperdalam Manasik Haji sekalipun tidak mau pergi Haji, dengan catatan tanpa pungutan biaya,” ujar salah satu Takmir Masjid Jami, Abdul Aziz, kepada Radar Malang Online.

Selain itu adapula kegiatan Pondok Ramadhan yang diikuti oleh sekolah-sekolah baik itu SMA maupun SMK, ada juga Tadarus Al-Quran yang dilakukan setelah Shalat Tarawih. Tidak terlewat juga yaitu pembagian takjil atau nasi kotak kepada jamaah setiap hari selama bulan Ramadhan.



“Pemberian takjl atau nasi kotak dilakukan menjelang buka puasa yang disediakan oleh Masjid Jami’, dan juga ada dari para jamaah dan para donatur. Kurang lebih ada sekitar 400-500 takjl atau nasi kotak setiap harinya”, tambah Abdul.

Selain itu, pada sepuluh malam terakhir, dilakukan Shalat Witir malam yang dilakukan pada pukul 23.00 sampai seleesai.

Pewarta: Aldo Buntulobo
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Aldo Buntulobo