Masih Mimpi Mobil Pemadam Bertingka

Soal keberadaan alat pemadaman untuk mengatasi kebakaran atau bencana di gedung bertingkat, Kota Malang memang masih kalah dengan daerah lain. Karena hingga kini, pemkot masih belum punya mobil pemadam bertingkat. Meski pernah masuk APBD 2018, rencana tersebut masih mimpi karena pembelian gagal dilakukan.

Hingga saat ini, Kota Malang baru memiliki delapan mobil pemadam kebakaran. Memang di antara mobil pemadam itu, semprotan selangnya bisa menjangkau lokasi setinggi 27 meter.

Namun, peralatan tersebut hanya bisa menjangkau kebakaran di lantai tiga atau lantai empat gedung bertingkat saja. Padahal, ketinggian gedung di Kota Malang tak main-main. Bisa tembus angka 35 meter ketinggiannya. Apalagi, jika wilayah cukup penduduk seperti di Muharto, Mergosono, ataupun di daerah Dinoyo.

Kepala Satpol PP Kota Malang Supriyadi sendiri menyampaikan, pihaknya ingin ada penambahan mobil damkar bertingkat. Hanya saja, saat ini pihaknya belum melakukan pengajuan, karena pada tahun 2018 lalu sempat ada silpa senilai Rp 27 miliar.

”Kemarin kami ajukan tiga unit mobil damkar bertingkat, tapi silpa. Kami ini butuh, karena sekarang sudah mulai banyak apartemen dan universitas yang memiliki gedung-gedung bertingkat,” ucap Supriyadi.

Dengan begitu, damkar baru bisa diajukan pada APBD di tahun 2021 seiring dengan hasil dengar pendapat dengan Komisi A DPRD Kota Malang beberapa waktu yang lalu.

Namun, Supriyadi masih melihat keuangan daerah terlebih dahulu sembari melihat kondisi yang ada. ”Kami lihat dulu kebutuhan. Kalau diperlukan, ya ini memang perlu apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani