Masih Bandel, Satpol PP Tak Beri Ampun PKL

MALANG KOTA – Tidak ada ampun bagi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang langsung mengangkut barang dagangan PKL yang terjaring razia.

Kemarin (9/12), satpol PP mengangkut gerobak milik para PKL yang berjualan di trotoar kawasan Alun-Alun Merdeka hingga Pasar Besar Malang (PBM). ”Dua gerobak milik pedagang yang berjualan di trotoar kami angkut,” kara Syamsul Arifin, koordinator Peleton III Satpol PP Kota Malang, kemarin.

Pasukan yang diterjunkan dari gabungan Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Sebelum dirazia, para PKL tersebut sudah diperingatkan. Bahkan, surat peringatan yang dilayangkan sebanyak tiga kali. Namun, itu tidak dipatuhi pedagang. ”Mekanisme sudah kami jalankan. Kami tidak asal mengangkut gerobak pedagang,” kata dia.

Dia melanjutkan, para pedagang terkena tindak pidana ringan (tipiring). Gerobak yang diangkut tidak boleh dibawa pulang lagi karena harus mengikuti sidang tipiring. ”Kami data, lalu akan ada sidang tipiring pada 13 Desember mendatang,” kata Syamsul.

Dia menuturkan, pihaknya akan terus melakukan razia secara rutin. ”Mereka mengira tidak ada penertiban karena hari libur. Walau Sabtu dan Minggu, petugas kami tetap bekerja dengan dibantu Limnas,” sambungnya.

Sasaran operasi tidak hanya di seputar Alun-alun Kota Malang, tapi juga di sepanjang Jalan Veteran hingga Jalan Soekarno-Hatta (Soehat). ”Kalau Soehat ada toleransi berjualan pada malam hari,” tandasnya.

Sementara itu, Buari, salah satu pedagang bakso yang gerobaknya diangkut, menyatakan sudah 10 kali terjaring penertiban. Namun, dia nekat berjualan demi menghidupi keluarganya. ”Saya tidak punya pekerjaan lain. Ya, berjualan saja walau di pinggir jalan,” kata Buari. (asa/c1/dan)