Masih Kenakan Baju Tahanan, Subur Hormati Hukum

Sidang putusan terdakwa Subur Triono sekaligus Anggota Dewan Kota Malang Komisi C berlangsung singkat, sidang berlangsung hanya 10 menit. Dimulai dari hakim ketua, Hamonangan, membacakan uraian mengenai pokok persidangan lalu diakhiri dengan mengetuk palu penundaan sidang.

MALANG KOTA- Rabu sore (24/5) Sidang putusan terdakwa Subur Triono sekaligus Anggota Dewan Kota Malang Komisi C berlangsung singkat, sidang berlangsung hanya 10 menit.

Eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Subur Trioni anggota DPRD Kota Malang yang didakwa melakukan penipuan dan penggelapan ditolak majelis hakim.

Penolakan dari hakim ketua, Sihar Hamonangan Purba, membacakan uraian saat sidang putusan di PN Malang.  Eksepsi ditolak.

Dalam sidang tersebut majelis hakim memutuskan pada sidang selanjutnya akan melakukan pemeriksaan dan isi pokok perkara pada Rabu siang (31/5) pukul 11.00.

Ditemui seusai sidang, Subur Triono yang terlihat masih lengkap memakai baju tahanan menjelaskan pada tim media “Saya pribadi sudah sangat menghormati proses hukum dengan masih mengenakan baju tahanan ini, “pungkasnya.

Hal ini ditambahkan oleh kuasa hukumnya, Hartanto Pakpahan.  ” Selaku anggota dewan aktif, saudara Subur masih mendapat perlindungan, ” jelasnya singkat.  “Intinya kami saat ini masih sangat menghargai proses hukum, kepolisian, dan kejaksaan, ” pungkas pria yang saat sidang memakai peci ini.

Lebih jauh, Subur menuturkan pada awak media untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Pasalnya, ia menemukan pemberitaan bahwa dirinya belum mengembalikan uang dari pihak yang dirugikan. “100 persen uang mereka sudah saya kembalikan, ” tegasnya.

Kasus Subur sendiri berawal dari pelaporan ES ke Polres Malang Kota, Agustus 2016 lalu. ES yang ingin saudaranya masuk Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Juni 2016 lalu meminta bantuan Subur yang notabennya adalah sebagai anggota dewan untuk memasukkan keduanya, namun dalam prakteknya memang ada deal atau kompesasi tertentu, dalam hal ini memang tidak gratis.

Pewarta : Firda Febriana
Foto : Firda Febriana