Masih Hidup, Ditemukan Terbungkus Plastik Kresek

Kantong plastik kresek berwarna merah yang bergerak-gerak di pinggir jalan mengundang kecurigaan Samin, 50, Selasa malam (5/9). Saat kantong plastik dibuka, mata warga di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, itu langsung terbelalak karena ada bayi, lengkap dengan plasenta (ari-ari) dan kain yang masih belepotan darah.

KROMENGAN – Kantong plastik kresek berwarna merah yang bergerak-gerak di pinggir jalan mengundang kecurigaan Samin, 50, Selasa malam (5/9). Saat kantong plastik dibuka, mata warga di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, itu langsung terbelalak karena ada bayi, lengkap dengan plasenta (ari-ari) dan kain yang masih belepotan darah.

Meski saat ditemukan tidak menangis, bayi berjenis kelamin laki-laki yang memiliki berat badan tiga kilogram dan panjang 50 sentimeter itu dalam kondisi sehat. ”Saat saya buka, bayi dan alasnya (kain, Red) masih bersimbah darah,” kata Samin saat ditemui di rumahnya kemarin.

Dia pun bergegas membawa bayi malang itu ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi penemuan. Marsati, 50, istrinya, lantas mengeluarkan bayi dari dalam kantong kresek dan menggantinya dengan selimut. Sebab, kain alas bayi yang berlumuran darah aromanya tidak enak sehingga oleh Samin lantas dibuang ke sungai.

Merasa khawatir dengan kondisi bayi yang ditemukannya, pasangan suami istri (pasutri) ini membawanya ke rumah Susi, bidan desa setempat. ”Jujur, saya ingin merawat bayi yang saya temukan itu,” ujar Samin. Untuk menunjukkan keseriusannya, ayah dua anak ini menanam ari-ari bayi di di halaman rumahnya.

Samin menambahkan, melihat posisi kantong plastik kresek yang ikatannya berada di sisi atas, kemungkinan pelaku sengaja ingin bayi tersebut segera ditemukan. ”Pas saya buka talinya juga agak longgar. Jadi, sepertinya  pelakunya meletakkan kantong plastik tersebut dan tidak sampai membuangnya dengan cara dilempar dari jalan,” bebernya. Apalagi saat diperiksakan ke bidan setempat, kondisi kulit bayi juga tidak ada yang lecet.



Sementara itu, Kapolsek Kromengan AKP Octa Panjaitan menjelaskan, dari informasi yang didapatkan pihaknya, bayi tersebut kemungkinan dibuang setelah satu jam dilahirkan. Hal ini diperkuat dengan kondisi bayi yang masih bersimbah darah lengkap dengan ari-arinya. ”Setelah mendapat perawatan pertama dari bidan desa, malam itu juga bayi dititipkan ke Puskesmas Kromengan,” bebernya. Tujuannya agar bayi mendapatkan perawatan yang lebih maksimal.

Tentang siapa pelaku pembuangan bayi, Octa menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Melihat lokasi pembuangan bayi yang berada sekitar tiga wilayah kecamatan, yakni Kromengan, Ngajum, danWonosari. Jadi, terbuka kemungkinan pelaku yang tega membuang bayi tersebut bukan warga sekitar. ”Saat ini kami masih lakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pembuang bayi ini,” pungkasnya.

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Indah Setyowati