Masih Berharap Bisa Runner-Up

KABUPATEN – Langkah Arema FC memburu posisi runner-up di akhir Liga 1 2019 memang masih terbuka. Namun, karena hasil seri 1-1 saat menjamu Kalteng Putra di Stadion Kanjuruhan kemarin sore (1/12) misi itu menjadi semakin berat.

Sebab, saat ini Arema tertahan di posisi enam klasemen sementara dengan 43 poin dari 30 laga. Posisi tersebut, masih memungkinkan untuk mengejar Borneo FC di posisi kedua dengan 45 poin. Namun, juga rawan melorot karena selisih poin dengan penghuni posisi, 7 sampai 9 sangat tipis.

Posisi Arema saat ini dikejar PSM Makassar (42 poin), Bhayangkara FC, dan Persib Bandung (41 poin), serta PSS Sleman (40 poin). Artinya, untuk menjadi runner-up di kompetisi musim ini, Arema tidak hanya harus menang di 4 laga sisa. Tetapi, juga berharap tim juga mendapatkan hasil negatif.

Meski misi menduduki posisi runner-up ibarat melewati lubang jarum, namun para pemain Arema FC enggan lempar handuk lebih cepat. ”Kami tidak boleh kehilangan harapan. Sebab, setiap hidup harus mempunyai harapan,” kata Dendi Santoso.

Bagi dia, hasil seri 1-1 dengan Kalteng Putra memang mengecewakan. Sebab, selain membuat misi menduduki runner-up semakin berat, juga menambah panjang puasa kemenangan Singo Edan. Di tiga laga sebelumnya, kalah 0-3 dari Persib, seri 1-1 dengan Persija Jakarta, dan kalah lagi 0-1 dari Bhayangkara FC.

”Kami kecewa, karena kami main di kandang. Namun, kami jangan sampai hilang harapan untuk meraih kemenangan,” kata dia. Bagi pemain jebolan Akademi Arema itu, perjuangan masih belum berakhir. Empat laga sisa harus bisa dimenangkan.

”Mungkin kami kehilangan semua, tapi kami tidak boleh kehilangan harapan. Makanya, harus terus berharap dan berjuang untuk (mendapatkan posisi) nomor dua,” pungkasnya.

Dalam pertandingan melawan Kalteng Putra kemarin, Dendi bisa dikatakan adalah penyelamat tim. Pasalnya, golnya lewat tandukan di dalam kotak penalti Laskar Isen Mulang–julukan Kalteng Putra, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Bagi Dendi Santoso, gol tersebut menjadi gol ke-4 dari 25 laga yang telah dijalani.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro