Masalah Baru Pascagempa Palu, Setelah Likuefaksi, Kini Muncul Genangan

JawaPos.com – Setelah gempa bumi yang menimbulkan likuefaksi di wilayah Balaroa dan Petobo, Palu, kini muncul ancaman baru. Di dua lokasi tersebut saat ini keluar air bawah tanah yang terdorong ke atas sehingga menciptakan danau-danau kecil.

Air tersebut bahkan keluar terus-menerus. Siang malam. “Hasil pengukuran kami pekan lalu, genangan sudah mencapai 1,6 hektare,” terang Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Sulawesi Tengah Saliman Simanjuntak kepada Radar Sulteng (Jawa Pos Group).

Genangan itu pun cukup dalam, mencapai 4 meter. Kondisi tersebut tentu sangat mengancam jika terus dibiarkan. Apalagi, lokasi itu dipenuhi tanah endapan yang mudah menjadi lumpur karena rendaman air. Ditambah lagi, tumpukan tanah di wilayah likuefaksi saat ini lebih tinggi daripada tanah sebelumnya.

Dua orang warga menaiki rakit di kubangan air di lokasi likuifaksi Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (9/12). (MUGNI SUPARDI/RADARSULTENG/Jawa Pos Group)

“Apa yang terjadi jika terus keluar air ditambah curah hujan deras? Tentu bisa terjadi banjir lumpur yang mengancam rumah di bagian bawah,” katanya. Karena itu, jajarannya kini berusaha keras mengeringkan lokasi tersebut.

Cara yang ditempuh adalah mengalirkan air ke laut. Untuk penanganan awal, wilayah Balaroa dikerjakan terlebih dahulu. Berikutnya Petobo. “Kami sudah menyiapkan desainnya untuk pengaliran air ke laut,” ujarnya.

Menurut Saliman, khusus di Balaroa, jajarannya memanfaatkan drainase yang ada. Kebetulan, di wilayah tersebut ada drainase yang terhubung dengan tepi laut. Hanya, drainase itu saat ini tertutup sampah atau bekas bangunan yang terdampak gempa.

Nah, dinas cipta karya dan sumber daya air saat ini berkonsentrasi membersihkan sampah-sampah tersebut. Yang rusak akan dibangun dengan konstruksi baru. Dengan begitu, air bisa mengalir lancar ke laut. “Kami terus bekerja. Mudah-mudahan pertengahan Desember ini sudah bisa dialirkan. Yang jelas, masyarakat tidak perlu khawatir. Kami pasti bekerja untuk menyelamatkan masyarakat,” katanya. 

(awl/JPG/c11/fim)