Masa Depan Masalah Tol Pandaan–Malang

Pernahkah kita membayangkan dengan lebih serius, bagaimana kelak Kota Malang ini ketika tol Pandaan–Malang benar-benar dioperasikan? Saya membayangkan, bisa jadi memang tidak akan terjadi kemacetan di Lawang–Singosari, ketika kelak tol Pandaan–Malang dioperasikan. Artinya, arus masuk ke Malang bakal lebih lancar. Tapi, yang menjadi masalah adalah di Kota Malang-nya.

Penyebab yang mencolok adalah, ruas-ruas jalan di Kota Malang nyaris tidak ada yang lebar-lebar amat. Sehingga berpotensi terjadi bottleneck. Dengan adanya tol, kendaraan begitu gampangnya masuk ke Malang. Tapi, ketika sudah masuk ke Kota Malang, kendaraan-kendaraan itu akan berjejal-jejal karena terbatas dan kurang lebarnya ruas jalan.  Dan ini sudah terjadi di saat weekend, long weekend dan musim liburan.

Ini juga akan terjadi pada ruas-ruas jalan yang menuju ke Kota Batu.  Dengan adanya tol Pandaan–Malang, sekaligus kelak akan dioperasikan underpass di Karanglo, sehingga kendaraan yang akan ke Kota Batu dari tol Pandaan–Malang  bisa langsung keluar di Karanglo, dan langsung bisa cuss ke arah Kota Batu. Ini akan membuat arus kendaraan yang menuju ke Kota Batu semakin besar jumlahnya. Tapi, begitu sudah memasuki kawasan mendekati Kota Batu, maka akan berpotensi terjadi bottleneck. Karena ruas jalan yang mendekati Kota Batu, dan ruas jalan di Kota Batu, juga tidak lebar-lebar amat.


Problem bottleneck di Kota Malang dan di Kota Batu ini, hendaknya dicarikan solusinya. Dan harusnya pararel dengan pembangunan tol Pandaan–Malang. Tidak ada cara lain, ruas-ruas jalan di Kota Malang dan di Kota Batu harus diperlebar.

Kota Malang dan Kota Batu hingga saat ini masih menjadi magnet di Jawa Timur untuk didatangi. Kota Malang dengan julukannya sebagai kota pendidikan. Kota Batu, dengan kekuatan wisata buatan (Jatim Park 1– 3).  Ini yang membuat daya tarik Kota Malang dan Kota Batu semakin moncer.

Data terbaru dari Lamudi (marketplace berbasis online khusus untuk real estate yang sudah beroperasi di 34 negara, berpusat di Berlin, Jerman), Kota Malang masuk dalam ranking keempat di Indonesia, kota paling banyak didatangi para pemburu tanah. Artinya, Kota Malang termasuk sexy untuk investasi tanah.

Menurut data tersebut, kota pertama adalah Bogor. Selama Januari 2018, sudah ada sekitar 2.704 orang berniat membeli tanah di Bogor. Harga rata-rata tanah di Bogor mencapai Rp 2,3 juta per meter persegi. Untuk rata-rata harga rumah di Bogor mencapai Rp 9,56 juta per meter persegi.

Di urutan kedua adalah Kota Bandung. Selama Januari 2018, ada sekitar 2.245 orang berniat membeli tanah di kota kembang itu. Harga rata-rata tanah di sana Rp 4,5 juta per meter persegi. Sedangkan harga rumah rata-rata Rp 9,86 juta per meter persegi.

Di urutan ketiga Kota Bekasi. Ada sekitar 1.507 orang berencana membeli tanah di Bekasi. Harga rata-rata tanah di sana mencapai Rp 2,5 juta per meter persegi. Sedangkan harga rata-rata rumah mencapai Rp 8,7 juta per meter persegi.

Kota Malang ada di peringkat keempat. Data Lamudi Indonesia menyebutkan, sepanjang Januari 2018, ada sekitar 1.393 orang berminat membeli tanah di Kota Malang. Harga tanah di sini rata-rata Rp 1,8 juta per meter persegi. Untuk harga rumah rata-rata Rp 7,5 juta per meter persegi.

Peringkat kelima adalah Kota Surabaya. Dalam sebulan, ada sekitar 1.322 orang yang ingin membeli tanah di Kota Surabaya. Harga rata-rata tanah di sana Rp 9,5 juta per meter persegi. Sedangkan rata-rata harga rumah mencapai Rp 12,5 juta per meter persegi.

Nah, data di atas semakin menambah keyakinan saya, bahwa ketika kelak tol Pandaan–Malang benar-benar dioperasikan, maka akan semakin membeludaklah arus manusia dan kendaraan yang akan masuk dan berjubel di Kota Malang. Ini tugas berat dari Wali Kota Malang. Harus mampu mengatasi potensi masalah tersebut. Dan harus berani membuat terobosan, wabil khusus terobosan dalam hal memperlebar ruas-ruas jalan. Bukankah dalam beberapa kesempatan, Wali Kota Malang Pak Sutiaji sudah mengatakan, bahwa dia tidak akan pernah takut mempertaruhkan jabatannya, demi membuat terobosan yang bermanfaat bagi rakyat? Kini saatnya Pak Wali!!!  (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG: kum_jp)