Marquez-Dovi Mendominasi, eh Malah Cal Crutchlow Tercepat

Marquez-Dovi Mendominasi, eh Malah Cal Crutchlow Tercepat - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, BURIRAM – Para rider MotoGP tidak butuh waktu lama menyesuaikan diri dengan lintasan di Sirkuit Buriram, Thailand, yang baru pertama kali dijajal rombongan sirkus MotoGP. Pada hari pertama uji coba pramusim di sana, Jumat (16/2) kemarin, rider LCR-Honda Cal Crutchlow menjadi yang tercepat.

Pembalap Inggris tersebut mencatat waktu terbaik 1 menit 30,797 detik saat sesi menyisakan 40 menit. Pada sesi pagi Crutchlow, sempat mengalami kecelakaan, meski tidak terlalu parah. Catatan wakunya tersebut lebih cepat 0,012 detik di depan rider Suzuki Ecstar Alex Rins.

Rider utama Honda Marc Marquez yang sebenarnya mendominasi uji coba hari pertama. Bersama rivalnya musim lalu, Andrea Dovizioso (Ducati) keduanya saling bertukar posisi sebagai pembalap tercepat. Memang Sirkuit Buriram lebih pas dengan kedua motor tersebut lantaran layout-nya yang berkarakter cepat dan didominasi oleh trek lurus panjang.

Pada akhir sesi, Marquez finis pada posisi ketiga dengan waktu lap tercepat 1 menit 30,912 detik atau berselisih 0,115 detik dari Cructclow. Sementara Dovi finis tepat di belakangnya dengan jarak 0,148 detik. Jika melihat hasil uji coba hari pertama, seri Thailand Oktober nanti kemungkinan besar akan menjadi medan pertempuran kedua pembalap ini.



Pada hari pertama kemarin, Dovi dan rekan satu timnya Jorge Lorenzo menjajal fairing tarbaru untuk motor Desmosedici GP18. Ducati menjadi tim terakhir yang mengeluarkan hasil rancangannya. Di uji coba Sepang, Honda, Yamaha, KTM, dan Aprilia sudah lebih dulu menguji paket aerodinamika mereka. Bukan cuma satu jenis fairing saja yang dicoba, tapi dua.

Bentuk fairing depan Ducati ini sangat ekstrem. Yang pertama, berupa sayap panjang di kiri-kanan batik kepala depan dengan ujung menekuk ke bawah. Fairing ini yang dijajal Dovi. Dari bentuknya, fairing pertama ini perbedaannya tidak terlalu mencolok dengan inovasi tim-tim lain.

Tapi yang kedua terlihat sangat aneh. Atau setidaknya tidak umum. Sayap tambahan yang keluar dari bagian batok kepala memanjang dengan lelukan aero ke bawah hingga ke fairing bagian tengah. Fairing kedua ini dijajal oleh Lorenzo.

Hingga satu setengah jam menjajal keduanya, Dovi mengaku masih kesulitan menentukan fairing mana yang terbaik. ”Sulit sekali mengambil keputusan mengenai fairing. Di satu trek bisa jadi lebih baik, tapi di trek lainnya, justru fairing satunya bisa lebih baik,” ucapnya dilancir Motosport.