Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman dengan Strategi Aneh

Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman dengan Strategi Aneh - JPNN.COM

jpnn.com, SACHSENRING – Dominasi Marc Marquez di Sirkuit Sachsenring, tempat digelarnya MotoGP Jerman, masih berlanjut. Pembalap Repsol Honda yang merupakan juara bertahan MotoGP itu tampil gila saat sesi kualifikasi, Sabtu (14/7) malam WIB.

Bukan hanya merebut pole position, juara delapan kali (termasuk kelas 125 cc dan Moto2) di Sachsenring itu sukses memecahkan rekornya sendiri. Marquez membukukan waktu satu menit 20,270 detik untuk memastikan start dari posisi terdepan pada balapan Minggu (15/7) malam nanti (siaran langsung Trans7 pukul 19.00 WIB).

Rekor dia sebelumnya adalah satu menit 20,336 detik. ”Kami mencoba segala strategi yang paling sempurna untuk mendapatkan pole,” ungkap Marquez usai kualifikasi.

Tadi malam, pembalap Spanyol itu menggunakan strategi yang tak biasa. Timnya menyiapkan dua motor dan memasang tiga kombinasi ban berbeda. Pada usaha pertama, si nomor 93 menggunakan kombinasi ban medium-soft. Langsung menggebrak di awal dengan catatan satu menit 20,953 detik. Itu kemudian dipertajam menjadi 1 menit 20,595 detik.

Tapi catatan itu mudah sekali dipatahkan pembalap lain. Misalnya, rider Movistar Yamaha Maverick Vinales yang membukukan waktu satu menit 20,441 detik. Torehan itu bertahan cukup lama di puncak daftar calon peraih pole position.

Kemudian, datanglah Danilo Petrucci yang juga memasang medium-soft. Dia melakukan slipstream di belakang Jorge Lorenzo untuk mendapatkan aliran udara yang bersih. Strategi itu berhasil menggeser Vinales. ”Saya rasa kami tampil bagus hari ini. Sampai saya melihat lap terakhir Marquez. Tapi tidak apa, saya senang,” terang Petrucci.

Marquez kemudian masuk pit dan mengganti motor. Kombinasi ban tetap sama, medium-soft. Namun dengan setting berbeda. Ban soft belakangnya bekas. Dengan motor tersebut, catatan waktu tak membaik. Marquez kembali ke pit dan kembali ke motor lamanya. Kali ini menggunakan kombinasi ban hard-soft. Ini pilihan ganjil untuk melawan para rival yang memasang ban lebih lunak.

Namun, itu berhasil. Di flying lap terakhir, Marquez tampil prima. ”Strategi sempurna. Saya merasa lebih baik dengan ban depan hard,” tutur pembalap 25 tahun itu.