Marc Marquez Mungkin Bodoh, tapi Tak Pantas Dihukum Lagi

Marquez Pimpin 10 Rider ke Kualifikasi 2 MotoGP Argentina - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, TERMAS DE RIO HONDO – Legenda balapan motor, Giacomo Agostini (75 tahun) menilai Marc Marquez tak pantas dihukum lagi, setelah menerima penalti dalam race MotoGP Argentina, Senin (9/4) kemarin.

Agostini, juara dunia 500cc (kelas utama) delapan kali itu angkat bicara soal insiden-insiden yang melibatkan Marquez, terutama dengan Valentino Rossi.

“Saya percaya Marc tidak mengincar kaki pembalap seperti kata Rossi. Apa yang terjadi di antara mereka pasti terjadi pada setiap pembalap,” kata Agostini kepada Virgin Radio, yang dikutip lagi oleh GPOne.

“Apa yang terjadi kemarin antara Marquez dan Rossi telah terjadi pada semua orang, telah terjadi pada saya, dengan Valentino Rossi dan bahkan dalam balapan itu ( MotoGP Argentina kemarin ) saat Johann Zarco menjatuhkan Dani Pedrosa. Selalu ada pertempuran di sini, tapi memang harus ada rasa hormat, tidak dengan sengaja menjatuhkan,” imbuhnya.

Namun pria kelahiran Brescia yang karib disapa Ago itu menegaskan, insiden senggolan memang karena Marquez salah perhitungan. “Marquez bodoh, saya mengatakannya sebagai teman. Dia bisa melewati mereka semua, dan seharusnya dia bisa menunggu waktu yang tepat,” ujarnya.


Giacomo Agostini. Foto: GPOne

“Mungkin dia berpikir masih ada ruang (dengan Rossi), tapi dia tidak berhasil. Itu memang tidak benar, saya tidak ingin membelanya tetapi ayolah Anda harus melihat situasinya juga, dengan ketegangan yang ada, Anda tidak bisa berpikir jernih seperti Anda sedang duduk di meja,” imbuh Ago.

Pemilik 122 kemenangan di Grand Prix ini lalu mengomentari upaya Marquez meminta maaf hingga ke paddock Rossi usai balapan.

“Marquez merasa membuat kesalahan dan pergi untuk meminta maaf, meskipun permintaan maafnya tidak diterima. Jika Marquez menunggu 20 menit, mungkin setengah jam, mungkin akan lebih tenang,” ujar Ago.