Marah Besar, Ratusan Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Kota Malang

MALANG KOTA – Ratusan mahasiswa di Kota Malang tumplek blek di depan Gedung DPRD. Pasalnya mereka menyuarakan aksi tuntutan di depan Kantor terkait kasus korupsi masal yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Kota Malang, Jumat (7/9).

Ragil Setyo Cahyono, Perwakilan dari Cipayung Plus Malang Rraya menyampaikan aksi ini salah satu bentuk rasa kekecewaan terhadap ke 41 anggota DPRD yang terjerat kasus korupsi.

“Teman – teman mahasiswa merasa kecewa besar atas kejadian ini. Ini kita melihatnya 41 yang terciduk. Kita mahasiswa ini kalau perlu bisa duduk bareng di rapat paripurna ini dengan kita yang memimpin dari teman – teman Cipayung,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut sekaligus untuk mendesak anggota DPR yang ditetapkan sebagai tersangka untuk tidak mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang. “Mereka yang sudah menjadi koruptor, yang sudah masuk DCS itu agar tidak bisa mencalonkan diri sebagai anggota dewan selanjutnya ini,” imbuh dia.

Korupsi masal yang menjerat anggota dewan dianggap sebagai rencana yang amat luar biasa. “Ini sangat luar biasa, ibaratnya kongkalikong antar semuanya terjadi cukup kuat. Semuanya diberikan uang, agar tidak ada yang buka mulut. Akhirnya malah itu yang menjadikan indikasi terjadinya korupsi masal di sini. Kota Malang sudah menjadi malang sekali,” papar Ketua Cabang PMII Kota Malang tersebut.

Terkait dengan kekosongan di anggota dewan, mereka tetap berkeinginan menyuarakan hak nya kepada anggota dewan yang tersisa. “Masih ada satu, kita ingin masuk ke sana. Kita akan menyuarakan agar jangan ada lagi koruptor pada masa PAW. Termasuk mendesak agar nantinya APBD perubahan dan Kota Malang bisa jalan,” tandasnya.

Diketahui aksi penyikapan kasus korupsi DPRD kota Malang tersebut diikuti oleh perwakilan dari organisasi mahasiswa se Malang Raya. Di antaranya PMII, PMKRI, IMM, GMNI, HIKMAHBUDHI , dan GMKI.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina