Manuver Amerika di Hong Kong Bikin Tiongkok Gerah

ISIS Muncul Lagi di Filipina - JPNN.com

Senin, 18 November 2019 – 23:27 WIB

Seorang pengunjuk rasa mengacung-acungkan poster selama aksi protes di kawasan Central, Hong Kong, China, Minggu (8/9/2019). Foto: ANTARA/REUTERS/Kai Pfaffenbach/TM

jpnn.com, LONDON – Pemerintah Tiongkok mulai gerah dengan campur tangan asing dalam demonstrasi di Hong Kong. Beijing menilai negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat sudah bertindak di luar batas.

Hal itu disampaikan Duta Besar Tiongkok untuk Inggris Liu Xiaoming menanggapi ketegangan antara polisi dan demonstran di Hong Kong yang terus meningkat sejak pekan lalu.

“Sejumlah negara Barat secara terang-terangan mendukung pelaku kekerasan brutal, Dewan Perwakilan Rakyat AS sudah mensahkan peraturan untuk secara terbuka mencampuri urusan Hong Kong, yang berarti urusan dalam negeri Tiongok,” kata Duta Besar Liu kepada awak media di London, Senin (18/11).

“Pemerintah dan Komisi Luar Negeri Parlemen Inggris mempublikasi laporan tentang Tiongkok dan membuat pernyataan tak bertanggung jawab mengenai Hong Kong. Parahnya, salah satu politikus Inggris berencana memberikan penghargaan kepada kepala propagandis gerakan kemerdekaan Hong Kong,” lanjut dia.

Kepolisian Hong Kong mengepung sebuah universitas dan menembakkan peluru karet serta gas air mata untuk mendorong balik massa antipemerintah yang bersenjatakan bom molotov, Senin (18/11). Bentrokan ini merupakan salah satu yang terparah di Hong Kong sejak demonstrasi pecah Maret lalu. (ant/dil/jpnn)