Manulife Bayar Klaim Nasabah Rp 15 Miliar per Hari

JawaPos.com – Menjaga kepercayaan nasabah merupakan kunci sukses suatu usaha, terutama perusahaan asuransi jiwa. Hal itulah yang mendorong PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) berkomitmen untuk selalu memenuhi kewajibannya kepada nasabah.

“Nasabah harus menjadi yang terutama. Jangan lihat dari hasil laba dulu, tetapi pikirkan dulu apa yang diperlukan nasabah. Harus terus berinovasi. Itu merupakan kunci agar bisnis bertahan lama,” ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Jonathan Hekster kemarin (20/5).

Komitmen itu diwujudkan Manulife Indonesia dengan menyederhanakan proses pembayaran klaim saat nasabah mengalami kejadian yang tak terduga.”Total klaim yang kita bayarkan sepanjang 2018 mencapai Rp 5,5 triliun. Itu artinya kita membayar Rp 15 miliar setiap hari, atau Rp 626 juta setiap jam,” ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan Angka Kepuasan Nasabah atau Net Promoter Score (NPS) Manulife Indonesia 2018 yang meningkat 8 poin dibandingkan 2017. Ini menjadi indikator perusahaan asuransi dalam hal kepuasan nasabah.”Intinya, jangan sampai saat nasabah mengalami bencana, malah kita tambah dengan ketidakpastian,” tuturnya.



Sebagai bentuk apresiasi, Hekster telah memberikan penghargaan kepada Yovita Gunawan (41) dan Emiryzard Shah Khaled Hilman (18 tahun). Yovita merupakan nasabah yang memiliki polis Manulife terbanyak yakni 29 polis. Sedangkan Emir saat ini adalah pemegang polis termuda di Manulife Indonesia.

Yovita menegaskan perlunya asuransi karena biaya rumah sakit terus meningkat. Dengan memiliki asuransi yang benefit tinggi, ia tidak khawatir ketika sakit untuk mendapat layanan terbaik di rumah sakit.”Biaya rawat jalan tidak murah, biaya dokter saja sudah ratusan ribu rupiah. Belum lagi kalau harus rawat inap,” cetusnya.

Yovita mengisahkan, ia memiliki polis pertamanya tahun 1998 yakni produk Darma Prodana. Produk proteksi kesehatan dan investasi itu ternyata sangat menguntungkan, hanya beberapa kali bayar, imbal hasilnya cukup besar. Setelah itu ia mengambil produk lainnya.

Pernah suatu ketika ia harus menjalani operasi, ternyata tidak sampai 12 hari, klaimnya cair. Begitu juga ketika saya masuk rumah sakit, tetapi tidak memiliki waktu klaim dan mengurus administrasi klaim di rumah sakit, ternyata dibantu agen asuransi Manulife hingga seluruhnya selesai dan klaim dibayar dalam dua pekan.

Sementara itu, Emir, nasabah termuda Manulife mengaku membeli polis asuransi Manulife Indonesia karena pengalaman buruk yang dihadapi kakak sulungnya. Kakaknya berkali-kali masuk rumah sakit dan menghabiskan uang yang sangat besar.”Makanya, saya ikut membeli polis. Apalagi produk asuransi juga ada investasinya,” kata Emir.