Mantan Santri Satroni Ponpes Sendiri Sinergi Jawa Pos

Dengan rambut disemir layaknya vokalis band, Irul 16 bersama  Amar 17 warga Grujugan itu gelap mata. Mengetahui setiap sudut salah satu ponpes di Desa Taman, Grujugan mereka begitu lihai mengambil televisi, dan receiver. Bahkan, tak ketahuan pengurus Ponpes. “Waktu itu anggota sudah mencium ada jual beli barang hasil curian, dan telah mengatahui itu barang milik Ponpes,” ujar Kapolsek Grujugan Iptu Iswahyudi kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Bahkan, kata kapolsek, pengurus Ponpes hingga pengasuh tak tahu ada barang yang hilang di MA milik ponpes itu. Kejadian tersebut dilakukan 13 November sekitar pukul 06.30, ke dua pelaku masuk ke ruangan MA Ponpes itu dengan cara membuka jendela pintu depan kantor. Selanjutnya memanjat dan masuk kedalam ruangan kemudian pelaku mengambil barang berupa televisi LCD dan receiver. Setelah ditangkap, dan diintrogasi ke dua pelaku mengaku menjual kepada tetangganya sendiri warga Grujugan Kidul dengan harga murah meriah alias memer sekali Rp 250 ribu.

Kapolsek Grujugan, mengatakan Irul memang mantan santri Ponpes dan tidak sampai meneruskan MA hingga lulus. Sehingga, dia tahu betul seluk beluk ponpes beserta sekolahnya itu. Meski tindakan Irual anak di bawah usia, dan rekannya tersebut melanggar hukum, pencurian dengan pemberatan tidak ditahan. “Ini anak di bawah usia, kalau dipidanakan, dan masuk penjara juga tak baik untuk tumbuh kembang mereka,” katanya.

Setelah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Anak (Bapas), dan diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihan ponpes maka ke dua anak itu tidak masuk bui. Meski begitu, tambah kapolsek, tentu jadi catatan tersendiri, dan pelajaran bagi orang tua. Artinya orang tua juga mendampingi tumbuh kembang anak hingga dewasa. Sehingga semua unsur juga perlu adiktif dengan perkembangan jaman now. 



(jr/dwi/wah/das/JPR)