Manjakan Wisatawan dengan Atraksi Merak Putih

KOTA BATU – Ada momen langka yang bisa Anda saksikan saat memilih berlibur ke Eco Green Park di libur Lebaran tahun ini. Sebab, pada awal Juni ini merupakan musim kawinnya merak putih. Hewan bernama latin pavo cristatus itu memang cukup langka. Habitat aslinya ada di India dan Srilanka. Statusnya kini masuk kolom konservasi berisiko rendah.

”Musim kawin merak putih sebenarnya variatif, tapi rata-rata bulan Mei sampai Agustus. Atau Februari sampai Mei,” ujar salah satu dokter hewan di Eco Green Park, drh Nani Yuliati. Sisi paling menarik dari musim kawin merak putih ini adalah cara menarik perhatian sang jantan pada lawannya. ”Biasanya ekornya akan terangkat, mekar, dan kerap menari-nari,” tambah Yuli.

Momen tersebut bisa dinikmati wisatawan yang hadir. Sensasi lain juga bisa didapatkan, karena merak putih di sana tergolong jinak. Dengan modal itu, wisatawan memberi makan secara langsung. Tentunya dengan makanan yang sudah disediakan pihak Eco Green Park. ”Merak putih termasuk omnivora, tapi kami menyediakan biji-bijian dan sayur-sayuran,” tambah Yuli.

Durasi merak putih jantan memamerkan ekornya ini tak menentu. Namun bisa bertahan sampai 10 menit lebih. ”Ketika betina mendekat, barulah sang jantan beraksi dan menurunkan lagi ekornya,” jelasnya. Rata-rata, telur yang dihasilkan dari satu ekor merak putih mencapai 1 sampai 7 buah. Sayangnya, tak semua telur itu bisa menetas. ”Kami lihat dulu apakah betinanya mau mengerami atau tidak. Material sarangnya nanti disediakan oleh keeper dan merak menyusun sarang sendiri,” terangnya.

Sebagai lembaga konservasi, Eco Green Park tidak hanya fokus pada pemeliharaan saja. Tetapi juga fokus pada pelestarian satwa yang mereka miliki. Terlebih, koleksi satwa khususnya aves atau burung di Eco Green Park bisa dibilang yang terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. ”Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi lembaga konservasi, yaitu sebagai benteng penyelamat terakhir satwa liar yang merupakan bagian dari sumber daya alam hayati dunia,” tutup Yuli.



Pewarta : Mochamad Sadheli
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya
Fotografer : Mochamad Sadheli