Manfaatkan Dana Desa, Kemendes PDTT Sukses Kurangi Kemiskinan

JawaPos.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berhasil mengurangi kemiskinan di Indonesia melalui pemanfaatan dana desa dan empat program prioritas Kemendes PDTT dalam kurun lima tahun. Empat program tersebut adalah pengembangan produk unggulan kawasan pedesaan (prukades), pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes), pembangunan embung desa, dan pembangunan sarana olahraga desa.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemendes PDTT Bonivasius Prasetya Ichtiarto saat menjadi pembicara dalam The 2019 Global Poverty Reduction and Development Forum yang diselenggarakan The State Council Leading Group Office of Poverty Alleviation and Development of China (LGOP) di Beijing, Tiongkok, pada Kamis (17/10).

Bonivasius menyampaikan bahwa tujuan program-program pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan di Indonesia adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Di antaranya, melalui program keluarga harapan, program raskin, kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar, kartu keluarga sejahtera, dan dana desa.

’’Pemanfaatan dana desa bertujuan mengoptimalkan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan 74.952 desa di Indonesia,’’ katanya.

Dia menyampaikan bahwa program dana desa yang direalisasikan pada 2015–2018 berfokus pada pembangunan infrastruktur kawasan pedesaan untuk mendukung aktivitas ekonomi. Di antaranya, pembangunan 201.899 km jalan desa, 9.329 pasar desa, 1.181.659 meter jembatan desa, 38.140 unit BUMDesa, dan peningkatan kualitas hidup seperti pembangunan 966.350 unit sarana air bersih, 10.101 unit polindes, dan 53.002 PAUD.

’’Pemanfaatan dana desa tersebut berhasil menurunkan angka kemiskinan Indonesia 9,41 persen pada 2019 dari 11,22 persen pada 2014. Selain itu, dana desa berdampak pada penurunan angka stunting dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018,’’ ungkapnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM