Manajemen OPPO Penuhi Panggilan Wali Kota Malang Terkait Bukber Sajikan Bir

Public Relation Manager OPPO Indonesia, Antonius Wanggeh, SH saat di Balai Kota Malang, Rabu (22/5)

KOTA MALANG – Buka bersama yang diadakan OPPO Malang pada Selasa (14/5) di sebuah hotel di Kota Malang sempat menuai kontroversi. Pasalnya dalam buka bersama ini tiap meja menyajikan bir atau minuman keras (miras) yang dianggap mencoreng nama agama Islam. Hal ini viral setelah salah satu akun facebook bernama Eko WP mengunggah aktivitas bukber ini pada Rabu (14/5).
 
Meski pihak OPPO Malang dan OPPO Indonesia telah meminta maaf kepada sejumlah organisasi seperti MUI, PC NU, di Polres Malang Kota beberapa hari yang lalu, namun Wali Kota Malang, Sutiaji tetap melayangkan surat pemanggilan pada hari ini (22/5) kepada pihak OPPO. Dengan kesatria pihak OPPO siang ini mendatangi Balai Kota Malang.
 
Usai memenuhi panggilan Sutiaji, Public Relation Manager OPPO Indonesia, Antonius Wanggeh, SH menjelaskan pada awak media bagaimana kronologi bukber hingga membawa miras ke dalam hotel. Antonius menjelaskan bahwa sebenarnya hanya ada rangkaian acara bukber saja pada hari itu. Namun tanggal 17 April ada kegiatan gathering yang belum terlaksana.
 
“Sehingga untuk efisiensi waktu, pihak OPPO Malang menggabungkan kedua acara itu bersamaan. Acara bukber kita lakukan seperti biasanya. Kemudian dilanjutkan pada acara gathering yang membahas produk, target, itu orang-orang toko yang datang,” bebernya.
 
Sedangkan mengenai miras atau bir sebenarnya tidak diagendakan, akan tetapi ada salah satu kawan dari Surabaya yang tiba-tiba membawa. Miras ini diakuinya dibawa kawannya tanpa sepengetahuan pihak hotel maupun pihak OPPO Malang. Dengan alasan tak enak hati, akhirnya dikonsumsilah bersama-sama.
 
“Karena nggak enak ya gimana ya kita buka. Meskipun di video itu kelihatan waitress ikut menuangkan, namun saya tegaskan bahwa pihak hotel tidak mengetahui hal ini. Pihak OPPO lah yang salah karena telah membiarkan hal ini terjadi,” tegas dia.
 
Akibat kelalaian ini, dari OPPO pusat kini telah memberi Surat Peringatan (SP) 3 kepada karyawan yang telah lalai membiarkan ini terjadi. Ia juga meminta maaf kepada warga Malang bahkan seluruh Indonesia apabila hal ini cukup sensitif menyakiti hati umat muslim.
 
“Dengan alasan apapun, tetaplah pihak kami ini salah. Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat. Masalah ini nggak cuma jadi tanggung jawab wilayah Malang, tapi juga pusat. Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan berjanji tidak akan mengulanginya,” tandasnya.
 

Pewarta: Rida Ayu    
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu