22.6 C
Malang
Selasa, Februari 13, 2024

Operasi Pasar Untuk Mencegah Inflasi

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar operasi pasar untuk mencegah inflasi (lonjakan harga). Kemarin (29/8) operasi pasar digelar di depan makam Londo, Jalan Supriyadi, Kecamatan Sukun.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, ratusan warga tampak mengantre demi mendapatkan sembako dengan harga murah. ”Saya beli beras Rp 43 ribu dan gula Rp 12.500,” kata Amini, salah satu warga yang rela antre di operasi pasar.

Warga asal Tanjungrejo, Kecamatan Sukun itu menambahkan, sejak pagi dia sudah mengantre. Semua komoditas di operasi pasar itu lebih murah dibanding harga di pasaran. Harga telur misalnya, lebih murah Rp 4 ribu daripada di pasaran saat ini yang tembus Rp 30 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Dorong Kementerian, Lembaga&Pemda, Untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi Jatim

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, operasi pasar yang digelar bakal dievaluasi, terutama untuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), apakah bisa menggelar operasi pasar di lima kecamatan. Sebab anggaran untuk operasi pasar masih terbatas.

”Kalau ada anggaran tambahan, akan kami coba lakukan operasi pasar supaya tidak ada kelangkaan barang,” ungkap Sutiaji.

Menurut Sutiaji, operasi pasar menjadi salah satu cara ampuh untuk mengantisipasi inflasi. Dia berharap inflasi pada bulan ini bisa turun dari bulan sebelumnya. Terkait target, politikus Partai Demokrat itu tak pasang target khusus. “Kalau terjaga berarti ekonomi stabil, harapan kami begitu,” tandas pria berkacamata itu. (cr1/adn/dan)

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar operasi pasar untuk mencegah inflasi (lonjakan harga). Kemarin (29/8) operasi pasar digelar di depan makam Londo, Jalan Supriyadi, Kecamatan Sukun.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, ratusan warga tampak mengantre demi mendapatkan sembako dengan harga murah. ”Saya beli beras Rp 43 ribu dan gula Rp 12.500,” kata Amini, salah satu warga yang rela antre di operasi pasar.

Warga asal Tanjungrejo, Kecamatan Sukun itu menambahkan, sejak pagi dia sudah mengantre. Semua komoditas di operasi pasar itu lebih murah dibanding harga di pasaran. Harga telur misalnya, lebih murah Rp 4 ribu daripada di pasaran saat ini yang tembus Rp 30 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Airlangga Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen

Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, operasi pasar yang digelar bakal dievaluasi, terutama untuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), apakah bisa menggelar operasi pasar di lima kecamatan. Sebab anggaran untuk operasi pasar masih terbatas.

”Kalau ada anggaran tambahan, akan kami coba lakukan operasi pasar supaya tidak ada kelangkaan barang,” ungkap Sutiaji.

Menurut Sutiaji, operasi pasar menjadi salah satu cara ampuh untuk mengantisipasi inflasi. Dia berharap inflasi pada bulan ini bisa turun dari bulan sebelumnya. Terkait target, politikus Partai Demokrat itu tak pasang target khusus. “Kalau terjaga berarti ekonomi stabil, harapan kami begitu,” tandas pria berkacamata itu. (cr1/adn/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/