23.8 C
Malang
Selasa, Februari 20, 2024

Waspadai, Jalanan Macet…cet hingga Tahun Baru

MALANG KOTA– Warga Kota Malang harus siap-siap dengan ”ledakan” jumlah pengendara di jalan raya. Kemacetan panjang lalu lintas setiap hari bakal terjadi. Bahkan diprediksi kemacetan mengular itu terjadi hingga Tahun Baru mendatang. Lihat saja pada Minggu kemarin (26/12), sejumlah jalan utama macet-cet. Sejumlah ruas jalan padat merayap oleh kendaraan yang didominasi berplat luar Malang Raya

Sejumlah plat kendaraan seperti P, B, W, AG, AE dan DK keluar masuk Kota Malang. Kemacetan kendaraan itu sudah diprediksi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Beberapa ruas jalan seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Aris Munandar dan Jalan SoekarnoHatta (Soehat) menjadi simpul kemacetan. Upaya contra flow terpaksa dilakukan Dishub untuk mengurai kemacetan. ”Kalau macetnya Kota Malang ini masih bisa diatur, karena jalanan di sini banyak simpang,” beber Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono kemarin.

Baca Juga:  Sidak Tower Seluler Kamuflase, DPRD Sebut Salahi IMB

Heru menambahkan untuk mengurai kemacetan tersebut pihaknya mengerahkan 120 personel. Para personel itu disebar ke sejumlah titik kemacetan. Alhasil, selepas Magrib kendaraan bisa berjalan normal. Kendaraan yang mayoritas dari luar Kota Malang itu menurut Heru mayoritas kembali dari Kota Batu. ”Kita tahu masyarakat bisa berwisata, jadi saat kembali dari Batu numpuknya di Kota Malang,” kata mantan Camat Klojen itu.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan bahwa sejumlah titik kemacetan di Kota Malang telah dipetakan. Terdapat lima titik yang menjadi tempat kemacetan. Seluruh titik kemacetan itu berada di persimpangan. ”Mayoritas persimpangan karena kendaraan antre untuk melintas. Prediksi kami kemacetan itu bisa saja sampai tahun baru,” katanya.

Baca Juga:  PNM Membuka Klasterisasi Warung Mekaar di Malang

Perwira dengan satu melati di pundaknya itu menyebutkan lima titik kemacetan itu antara lain simpang tiga Alun-Alun Malang, simpang empat Mitra 1 dan simpang tiga Jalan Kawi. Lalu juga terdapat di simpang tiga Kauman dan depan gereja Kajoetangan. Jika terjadi antrean kendaraan cukup parah, pihaknya bersama Dishub bakal melakukan contra flow. (adn/abm)

MALANG KOTA– Warga Kota Malang harus siap-siap dengan ”ledakan” jumlah pengendara di jalan raya. Kemacetan panjang lalu lintas setiap hari bakal terjadi. Bahkan diprediksi kemacetan mengular itu terjadi hingga Tahun Baru mendatang. Lihat saja pada Minggu kemarin (26/12), sejumlah jalan utama macet-cet. Sejumlah ruas jalan padat merayap oleh kendaraan yang didominasi berplat luar Malang Raya

Sejumlah plat kendaraan seperti P, B, W, AG, AE dan DK keluar masuk Kota Malang. Kemacetan kendaraan itu sudah diprediksi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Beberapa ruas jalan seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Aris Munandar dan Jalan SoekarnoHatta (Soehat) menjadi simpul kemacetan. Upaya contra flow terpaksa dilakukan Dishub untuk mengurai kemacetan. ”Kalau macetnya Kota Malang ini masih bisa diatur, karena jalanan di sini banyak simpang,” beber Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono kemarin.

Baca Juga:  Haul Gus Dur, Barisan Kader Gus Dur Gelar Pluralisme Award 2020

Heru menambahkan untuk mengurai kemacetan tersebut pihaknya mengerahkan 120 personel. Para personel itu disebar ke sejumlah titik kemacetan. Alhasil, selepas Magrib kendaraan bisa berjalan normal. Kendaraan yang mayoritas dari luar Kota Malang itu menurut Heru mayoritas kembali dari Kota Batu. ”Kita tahu masyarakat bisa berwisata, jadi saat kembali dari Batu numpuknya di Kota Malang,” kata mantan Camat Klojen itu.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Yoppi Anggi Khrisna mengatakan bahwa sejumlah titik kemacetan di Kota Malang telah dipetakan. Terdapat lima titik yang menjadi tempat kemacetan. Seluruh titik kemacetan itu berada di persimpangan. ”Mayoritas persimpangan karena kendaraan antre untuk melintas. Prediksi kami kemacetan itu bisa saja sampai tahun baru,” katanya.

Baca Juga:  Key Success Keluar dari Jurang Unprecedented Crisis

Perwira dengan satu melati di pundaknya itu menyebutkan lima titik kemacetan itu antara lain simpang tiga Alun-Alun Malang, simpang empat Mitra 1 dan simpang tiga Jalan Kawi. Lalu juga terdapat di simpang tiga Kauman dan depan gereja Kajoetangan. Jika terjadi antrean kendaraan cukup parah, pihaknya bersama Dishub bakal melakukan contra flow. (adn/abm)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/