22.8 C
Malang
Senin, April 8, 2024

Lahan Perumahan Disoal, Begini Kata Bos Prima Ragil Permai Malang

MALANG KOTA – Kontroversi perumahan yang lokasinya mepet sempadan sungai di Kota Malang masih berlanjut. Selain dianggap melanggar aturan, hal itu juga membahayakan jika sampai terjadi longsor. Seperti kasus perumahan Prima Ragil Permai yang berlokasi di Jalan Lesanpuro V, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.

Jawa Pos Radar Malang melakukan pengecekan langsung ke lokasi perumahan tersebut kemarin (24/5). Di lokasi, kebetulan bisa bertemu langsung dengan pengembangnya M. Soleh Rifai. Dia mengakui bila pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke Pemkot Malang terkait salah satu blok yang berada di area sempadan sungai. Dia juga menjelaskan soal tahap penyiapan lahan di area sempadan sungai yang memiliki lebar 30 meter.

Baca Juga:  Kookmin Segera Guyur Dana Ratusan Juta Dolar Ke Bukopin

Dalam berita acara klarifikasi tersebut, Rifai mengakui bila area itu bukan miliknya. Ragil–sapaan karibnya– juga mengatakan bila kasus itu awalnya mencuat setelah ada oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Malang yang menuduhnya telah melakukan pengerukan sempadan sungai hingga mengakibatkan banjir.

”Masalahnya sudah selesai dengan Pak Soni (Kepala DPUPRKP Kota Malang Hadi Santoso), malah kami beberkan bukti yang sebenarnya di kantornya,” kata dia. Dia lantas menceritakan bila pengurukan yang dilakukan pihaknya itu ditujukan untuk mengurangi sedimentasi lumpur. Pembuatan tanggul juga dia lakukan agar tepian sungai tak ambrol ketika tergerus air sungai. ”Bisa dilihat di sini kan pas habis hujan justru aman tidak ada banjir,” tegas bos Prima Ragil Permai.

Baca Juga:  Pemkot Malang Bakal Rekrut 1.211 Pegawai Baru

Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang ini, dugaan kasus di perumahan tersebut sebelumnya sudah pernah mencuat di tahun 2010 silam. Saat itu Ragil sempat dituduh mencaplok tanah milik Pemkot Malang. Hasilnya, diketahui bila dari luas perumahan sekitar 5.250 meter persegi, 1.895 meter persegi di antaranya adalah aset Pemkot Malang. Dikonfirmasi soal itu, Ragil memastikan bila bila urusan tersebut telah selesai. (rmc/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Kontroversi perumahan yang lokasinya mepet sempadan sungai di Kota Malang masih berlanjut. Selain dianggap melanggar aturan, hal itu juga membahayakan jika sampai terjadi longsor. Seperti kasus perumahan Prima Ragil Permai yang berlokasi di Jalan Lesanpuro V, Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.

Jawa Pos Radar Malang melakukan pengecekan langsung ke lokasi perumahan tersebut kemarin (24/5). Di lokasi, kebetulan bisa bertemu langsung dengan pengembangnya M. Soleh Rifai. Dia mengakui bila pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke Pemkot Malang terkait salah satu blok yang berada di area sempadan sungai. Dia juga menjelaskan soal tahap penyiapan lahan di area sempadan sungai yang memiliki lebar 30 meter.

Baca Juga:  Baru Lahir, Empat Bayi Huni Lapas

Dalam berita acara klarifikasi tersebut, Rifai mengakui bila area itu bukan miliknya. Ragil–sapaan karibnya– juga mengatakan bila kasus itu awalnya mencuat setelah ada oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Malang yang menuduhnya telah melakukan pengerukan sempadan sungai hingga mengakibatkan banjir.

”Masalahnya sudah selesai dengan Pak Soni (Kepala DPUPRKP Kota Malang Hadi Santoso), malah kami beberkan bukti yang sebenarnya di kantornya,” kata dia. Dia lantas menceritakan bila pengurukan yang dilakukan pihaknya itu ditujukan untuk mengurangi sedimentasi lumpur. Pembuatan tanggul juga dia lakukan agar tepian sungai tak ambrol ketika tergerus air sungai. ”Bisa dilihat di sini kan pas habis hujan justru aman tidak ada banjir,” tegas bos Prima Ragil Permai.

Baca Juga:  Malang Mapping Festival Sukses Digelar, Jadi Inspirasi Kota & Kabupaten Lain

Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang ini, dugaan kasus di perumahan tersebut sebelumnya sudah pernah mencuat di tahun 2010 silam. Saat itu Ragil sempat dituduh mencaplok tanah milik Pemkot Malang. Hasilnya, diketahui bila dari luas perumahan sekitar 5.250 meter persegi, 1.895 meter persegi di antaranya adalah aset Pemkot Malang. Dikonfirmasi soal itu, Ragil memastikan bila bila urusan tersebut telah selesai. (rmc/adn/c1/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/