28.8 C
Malang
Senin, Februari 12, 2024

Empat Jalan Alternatif Ramai Dilintasi Pemudik

 

MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat arus mudik dan balik Lebaran 2023 ada enam titik kepadatan lalu lintas kendaraan. Yakni mulai Jalan Ki Ageng Gribig sampai Pertigaan Kacuk menjadi langganan macet. Sejumlah pengendara pun akhirnya memanfaatkan jalur alternatif atau tembusan demi menghindari macet

Setidaknya dishub mencatat empat titik jalan alternatif yang dilintasi para pemudik. Antara lain Simpang Lima Tunggulwulung, Jalan Mergan Lori, dan Jalan Klayatan Gang 3. Kemudian terbaru ada Jembatan Tunggulmas-Jalan Saxophone. ”Iya, empat jalan alternatif tersebut jadi favorit pemudik untuk menghindari kemacetan,” kata Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra.

Keempat jalan alternatif tersebut ramai dilintasi pengendara yang hendak ke Kota Batu dan Kabupaten Malang. Widjaja memantau pengendara roda dua masih mendominasi. ”Saat arus mudik dan balik petugas kami standby di sana untuk mengurai kemacetan,” imbuh Widjaja.

Baca Juga:  Nunggak Iuran BPJS? Tenang, Pemkot Bakal Nomboki

Menanggapai hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, salah satu jalan alternatif yang membutuhkan perhatian adalah Jembatan Tunggulmas. Di sisi selatan Jembatan Tunggulmas, perlu sedikit pelebaran jalan. ”Caranya dengan membeli salah satu toko yang tepat berada di sebelah pintu keluar jembatan,” ujar Fathol.

Sementara pada sisi utara ke kanan dan ke kiri, perlu ada pelebaran jalan dan koordinasi dengan Pemkab Malang. Tujuannya supaya terdapat pelebaran akses jalan menuju Tol Karanglo. Ruas jalan alternatif lain yang membutuhkan perhatian adalah sisi selatan Jembatan Lowokdoro atau Jembatan Balak. Di sana perlu dibangun dan difungsikan untuk akses roda empat dari dua arah.

Baca Juga:  Sambut HUT Ke-1262 Kabupaten Malang, Logo di-Launching Saat Peringati Haornas

Hanya saja, untuk titik-titik tersebut belum bisa direalisasikan. Dia berharap dalam perubahan anggaran keuangan (PAK), Pemkot bisa menganggarkan detail engineering design (DED). Sehingga tahun 2024 ada anggaran pembangunannya. (mel/adn)

 

MALANG KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat arus mudik dan balik Lebaran 2023 ada enam titik kepadatan lalu lintas kendaraan. Yakni mulai Jalan Ki Ageng Gribig sampai Pertigaan Kacuk menjadi langganan macet. Sejumlah pengendara pun akhirnya memanfaatkan jalur alternatif atau tembusan demi menghindari macet

Setidaknya dishub mencatat empat titik jalan alternatif yang dilintasi para pemudik. Antara lain Simpang Lima Tunggulwulung, Jalan Mergan Lori, dan Jalan Klayatan Gang 3. Kemudian terbaru ada Jembatan Tunggulmas-Jalan Saxophone. ”Iya, empat jalan alternatif tersebut jadi favorit pemudik untuk menghindari kemacetan,” kata Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra.

Keempat jalan alternatif tersebut ramai dilintasi pengendara yang hendak ke Kota Batu dan Kabupaten Malang. Widjaja memantau pengendara roda dua masih mendominasi. ”Saat arus mudik dan balik petugas kami standby di sana untuk mengurai kemacetan,” imbuh Widjaja.

Baca Juga:  Libur Nataru, Pemkot Malang Cegah Radikalisme di 5 Kecamatan

Menanggapai hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan, salah satu jalan alternatif yang membutuhkan perhatian adalah Jembatan Tunggulmas. Di sisi selatan Jembatan Tunggulmas, perlu sedikit pelebaran jalan. ”Caranya dengan membeli salah satu toko yang tepat berada di sebelah pintu keluar jembatan,” ujar Fathol.

Sementara pada sisi utara ke kanan dan ke kiri, perlu ada pelebaran jalan dan koordinasi dengan Pemkab Malang. Tujuannya supaya terdapat pelebaran akses jalan menuju Tol Karanglo. Ruas jalan alternatif lain yang membutuhkan perhatian adalah sisi selatan Jembatan Lowokdoro atau Jembatan Balak. Di sana perlu dibangun dan difungsikan untuk akses roda empat dari dua arah.

Baca Juga:  Nunggak Iuran BPJS? Tenang, Pemkot Bakal Nomboki

Hanya saja, untuk titik-titik tersebut belum bisa direalisasikan. Dia berharap dalam perubahan anggaran keuangan (PAK), Pemkot bisa menganggarkan detail engineering design (DED). Sehingga tahun 2024 ada anggaran pembangunannya. (mel/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/