26.4 C
Malang
Rabu, April 10, 2024

Lepas Kendali, Hino Pengangkut Pasir Terguling

MALANG KOTA – Sebuah truk pengangkut pasir lepas kendali dan terguling ke sisi kanan Jalan Raya Ki Ageng Gribig kemarin (23/1), sekitar pukul 12.00. Pasir di dalam bak truk itu pun tumpah ke rerumputan di taman tengah jalan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa truk itu lepas kendali setelah besi gardannya patah. Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan kepada Jawa Pos Radar Malang, awalnya truk tersebut datang dari arah barat dan menuju ke Araya.

Truk berwarna hijau itu melaju di lajur kanan, tepat di samping taman yang menjadi pembatas jalan. ”Tadi terlihat dari belakang kalau ada yang tidak beres dengan truk itu. Roda belakang bagian kanan goyang,” ujar Anwar Saifudin, pedagang jagung susu keju di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga:  SMAK Santo Albertus Pupuk Kekompakan Siswa dengan Dempo Choir Competition

Tak lama kemudian, roda belakang truk yang goyang itu terlepas. Akibatnya truk hilang keseimbangan dan terguling. Besi panjang yang tersambung dengan gardan di bagian bawah truk juga terlihat patah. ”Tadi dari Lumajang ambil pasir dan mau dikirim ke Araya,“ ujar Adi, pengendara truk tersebut.

Dia menjelaskan, pada saat besi gardan truk mulai bermasalah, Adi mengaku tidak merasakan apa pun. Padahal jika besi gardan mau patah, biasanya akan terasa getarannya. ”Tiba-tiba terdengar bunyi keras dan truk langsung terguling,” terang warga Kecamatan Lawang itu.

Di lokasi tersebut juga terlihat genangan minyak dan tercium bau solar. Adi mengatakan, pasir yang tumpah itu akan dipindahkan ke truk lain yang akan melanjutkan pengiriman ke Araya. Beberapa temannya juga sedang menuju lokasi kejadian untuk melakukan perbaikan truk.

Baca Juga:  Pejabat Dilarang Mudik Bawa Mobdin

Pria kelahiran 1987 tersebut menambahkan, truk berangkat dari Lumajang sekitar pukul 01.00 dini hari. Karena muatannya sangat berat, truk tidak bisa melaju kencang. Rata-rata tidak lebih dari 20 km/jam. Adi juga mengaku sudah sering melakukan pekerjaan tersebut. Jika sedang banyak permintaan, dia bisa melakukan pengiriman 7 kali dalam seminggu. ”Mungkin kali ini sedang apes saja,” pungkas Adi. (iza/fat)

MALANG KOTA – Sebuah truk pengangkut pasir lepas kendali dan terguling ke sisi kanan Jalan Raya Ki Ageng Gribig kemarin (23/1), sekitar pukul 12.00. Pasir di dalam bak truk itu pun tumpah ke rerumputan di taman tengah jalan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa truk itu lepas kendali setelah besi gardannya patah. Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan kepada Jawa Pos Radar Malang, awalnya truk tersebut datang dari arah barat dan menuju ke Araya.

Truk berwarna hijau itu melaju di lajur kanan, tepat di samping taman yang menjadi pembatas jalan. ”Tadi terlihat dari belakang kalau ada yang tidak beres dengan truk itu. Roda belakang bagian kanan goyang,” ujar Anwar Saifudin, pedagang jagung susu keju di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga:  SPSI: Pesangon Pekerja Lebih 36 Kali Gaji

Tak lama kemudian, roda belakang truk yang goyang itu terlepas. Akibatnya truk hilang keseimbangan dan terguling. Besi panjang yang tersambung dengan gardan di bagian bawah truk juga terlihat patah. ”Tadi dari Lumajang ambil pasir dan mau dikirim ke Araya,“ ujar Adi, pengendara truk tersebut.

Dia menjelaskan, pada saat besi gardan truk mulai bermasalah, Adi mengaku tidak merasakan apa pun. Padahal jika besi gardan mau patah, biasanya akan terasa getarannya. ”Tiba-tiba terdengar bunyi keras dan truk langsung terguling,” terang warga Kecamatan Lawang itu.

Di lokasi tersebut juga terlihat genangan minyak dan tercium bau solar. Adi mengatakan, pasir yang tumpah itu akan dipindahkan ke truk lain yang akan melanjutkan pengiriman ke Araya. Beberapa temannya juga sedang menuju lokasi kejadian untuk melakukan perbaikan truk.

Baca Juga:  Pemkot Malang Sosialisasikan Penataan Zona III Kayutangan

Pria kelahiran 1987 tersebut menambahkan, truk berangkat dari Lumajang sekitar pukul 01.00 dini hari. Karena muatannya sangat berat, truk tidak bisa melaju kencang. Rata-rata tidak lebih dari 20 km/jam. Adi juga mengaku sudah sering melakukan pekerjaan tersebut. Jika sedang banyak permintaan, dia bisa melakukan pengiriman 7 kali dalam seminggu. ”Mungkin kali ini sedang apes saja,” pungkas Adi. (iza/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/