25.9 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Tanggapi Keluhan Warga, Satpol PP Datangi Warung Nasgor B2

 

MALANG KOTA – Warung tenda nasi goreng (nasgor) di  Jalan Terusan Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, viral beberapa hari terakhir.

Pasalnya, pemilik warung tiba-tiba mencantumkan tulisan B2 di spanduk mobilnya. Warga yang sebelumnya pernah membeli nasi goreng itu pun kelimpungan.

Sebab, istilah B2 identik dengan babi. Merespons keresahan warga, Satpol PP Kota Malang mendatangi penjual tersebut kemarin sore.

“Sebelum viral tanggal 18 Maret 2023, warung itu tidak mencantumkan tulisan B2 atau babi di spanduknya,” kata Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera.

Warung itu terletak sisi selatan jalan area kampus Universitas Merdeka Malang. Dia bersama polisi dan TNI pun langsung bertemu dengan pemilik warung.

Baca Juga:  Tawur Kesanga, Ritual Lenyapkan Sifat Buruk dan Jahat Manusia

Anton menjelaskan, warung tersebut diadukan ke Satpol PP. Karena, diduga mengelabui masyarakat dengan cara yang tidak jujur dalam berjualan.

Baca Juga : Tim Polinema Ciptakan Detektor Bahan Pengawet hingga Babi pada Makanan

Yakni menggunakan daging babi tanpa ada tulisan yang jelas. Karena telanjur viral dan mendapat ancaman dari warga untuk dibakar, Satpol PP pun bergerak.

Saat didatangi pada pukul 17.30 kemarin, petugas mendapati kejanggalan pada spanduk yang dibentangkan di mobil pemilik warung.

Yaitu tulisan B2 yang terlihat baru dan diduga ditambahkan sendiri dengan tangan. Bukan hasil cetak utuh.

Saat ditanya petugas, pemilik warung mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak 1990. Dia tidak mencantumkan keterangan menu nasgor babi.

Baca Juga:  Sensasi Makanan Pedesaan di Bale Ndeso Taman Indie

”Dia mengatakan, sebelum viral itu tidak ada menu babi. Jual yang umum saja,” ucap Anton.

Terlepas dari pengakuan pemilik warung, petugas menganggap pedagang nasgor nonhalal itu melanggar ketentuan. (Bersambung ke halaman selanjutnya)

 

MALANG KOTA – Warung tenda nasi goreng (nasgor) di  Jalan Terusan Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, viral beberapa hari terakhir.

Pasalnya, pemilik warung tiba-tiba mencantumkan tulisan B2 di spanduk mobilnya. Warga yang sebelumnya pernah membeli nasi goreng itu pun kelimpungan.

Sebab, istilah B2 identik dengan babi. Merespons keresahan warga, Satpol PP Kota Malang mendatangi penjual tersebut kemarin sore.

“Sebelum viral tanggal 18 Maret 2023, warung itu tidak mencantumkan tulisan B2 atau babi di spanduknya,” kata Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Viera.

Warung itu terletak sisi selatan jalan area kampus Universitas Merdeka Malang. Dia bersama polisi dan TNI pun langsung bertemu dengan pemilik warung.

Baca Juga:  Halau Pemudik, 500 Petugas Gelar Apel Pasukan di Balai Kota Malang

Anton menjelaskan, warung tersebut diadukan ke Satpol PP. Karena, diduga mengelabui masyarakat dengan cara yang tidak jujur dalam berjualan.

Baca Juga : Tim Polinema Ciptakan Detektor Bahan Pengawet hingga Babi pada Makanan

Yakni menggunakan daging babi tanpa ada tulisan yang jelas. Karena telanjur viral dan mendapat ancaman dari warga untuk dibakar, Satpol PP pun bergerak.

Saat didatangi pada pukul 17.30 kemarin, petugas mendapati kejanggalan pada spanduk yang dibentangkan di mobil pemilik warung.

Yaitu tulisan B2 yang terlihat baru dan diduga ditambahkan sendiri dengan tangan. Bukan hasil cetak utuh.

Saat ditanya petugas, pemilik warung mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak 1990. Dia tidak mencantumkan keterangan menu nasgor babi.

Baca Juga:  Penuh! RS Rujukan Covid-19 Tutup Pintu Untuk Pasien Baru

”Dia mengatakan, sebelum viral itu tidak ada menu babi. Jual yang umum saja,” ucap Anton.

Terlepas dari pengakuan pemilik warung, petugas menganggap pedagang nasgor nonhalal itu melanggar ketentuan. (Bersambung ke halaman selanjutnya)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/