31.4 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Tahun Depan, Kota Malang Akomodasi 3.173 Usulan Program

MALANG KOTA – Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menggarap sekitar 3.173 proyek. Itu diketahui dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Malang 2024.

Dalam musrenbang RKPD 2024 kemarin (20/3), total terdapat 6.046 usulan yang masuk. Ribuan usulan itu berasal dari lima kecamatan. Namun yang terakomodasi hanya 52,48 persen atau 3.173 usulan. Jika dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 7 persen.

”Tahun lalu hanya 45 persen, sehingga ada peningkatan. Diharapkan dari tahun ke tahun memang selalu meningkat,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu di sela-sela musrenbang RKPD 2024.

Dari banyaknya usulan yang diakomodasi, Dwi mengatakan, kebanyakan terkait pembangunan fisik. Seperti jalan berlubang, normalisasi drainase, dan pembangunan plengsengan yang ada di sungai. Selain itu, juga ada usulan terkait pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas SDM.

Baca Juga:  Covid-19 Bertambah, Pemkot Malang Ajak Masyarakat Kuatkan PPKM Mikro

Dwi menambahkan, usulan itu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sehingga, pihaknya akan memasukkan usulan-usulan yang urgent, sesuai kebutuhan masyarakat. “Kebutuhan masyarakat apa, masuk di kampus usulan, kemudian kita usulkan. Selama kemampuan keuangan memenuhi, Insya Allah akan terakomodasi,” tutur mantan Kabag Hukum Setda Kota Malang itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji memaparkan terkait isu-isu strategis dalam RKPD 2024. Yakni terkait pengembangan SDM, perlindungan sosial, ketenagakerjaan, daya saing ekonomi kreatif (ekraf), kemandirian fiskal, tata ruang dan infrastruktur, lingkungan dan kebencanaan, dam reformasi birokrasi. Juga fokus pada pemerataan dan daya beli, harmoni sosial, kualitas ASN, penegakan perda, dan digitalisasi layanan.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menyebut 3 hal yang menjadi strategi Pemkot Malang pada 2024 depan. Yakni fokus meningkatkan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. “Jadi, pertama perlu pengembangan pemasaran, termasuk pemanfaatan digitalisasi dan ekraf,” ujar Sutiaji.

Baca Juga:  Dapat Tas dan Uang Saku PT ACA, Bocah Korban Gempa Bergembira

”Kedua, perlu intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian peningkatan kualitas infrastruktur, nah ini penting,” tambah alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang.

Dia mengatakan, persentase jumlah usulan yang diakomodasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2020 lalu, katanya, ada 24 persen usulan yang diakomodasi. Kemudian pada 2021 menurun, yakni 23 persen.

Lalu pada 2022 terdapat 26 persen atau 1.238 usulan yang diakomodasi, dari total 4.800 usulan. Selanjutnya pada 2023 ini, ada 45 persen atau 2.227 usulan yang diakomodasi, dari total 4.942 usulan. “Ada kenaikan. Mudah-mudahan pada 2024 terus naik,” kata Sutiaji. (adk/dan)

MALANG KOTA – Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menggarap sekitar 3.173 proyek. Itu diketahui dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Malang 2024.

Dalam musrenbang RKPD 2024 kemarin (20/3), total terdapat 6.046 usulan yang masuk. Ribuan usulan itu berasal dari lima kecamatan. Namun yang terakomodasi hanya 52,48 persen atau 3.173 usulan. Jika dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 7 persen.

”Tahun lalu hanya 45 persen, sehingga ada peningkatan. Diharapkan dari tahun ke tahun memang selalu meningkat,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu di sela-sela musrenbang RKPD 2024.

Dari banyaknya usulan yang diakomodasi, Dwi mengatakan, kebanyakan terkait pembangunan fisik. Seperti jalan berlubang, normalisasi drainase, dan pembangunan plengsengan yang ada di sungai. Selain itu, juga ada usulan terkait pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas SDM.

Baca Juga:  Inovatif, Mahasiswa UMM Sulap Kulit Kopi Jadi Pewarna Makanan Alami

Dwi menambahkan, usulan itu akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sehingga, pihaknya akan memasukkan usulan-usulan yang urgent, sesuai kebutuhan masyarakat. “Kebutuhan masyarakat apa, masuk di kampus usulan, kemudian kita usulkan. Selama kemampuan keuangan memenuhi, Insya Allah akan terakomodasi,” tutur mantan Kabag Hukum Setda Kota Malang itu.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji memaparkan terkait isu-isu strategis dalam RKPD 2024. Yakni terkait pengembangan SDM, perlindungan sosial, ketenagakerjaan, daya saing ekonomi kreatif (ekraf), kemandirian fiskal, tata ruang dan infrastruktur, lingkungan dan kebencanaan, dam reformasi birokrasi. Juga fokus pada pemerataan dan daya beli, harmoni sosial, kualitas ASN, penegakan perda, dan digitalisasi layanan.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menyebut 3 hal yang menjadi strategi Pemkot Malang pada 2024 depan. Yakni fokus meningkatkan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. “Jadi, pertama perlu pengembangan pemasaran, termasuk pemanfaatan digitalisasi dan ekraf,” ujar Sutiaji.

Baca Juga:  Keren! Rektor UIN Malang Bikin Puisi Untuk RMA

”Kedua, perlu intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemudian peningkatan kualitas infrastruktur, nah ini penting,” tambah alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang.

Dia mengatakan, persentase jumlah usulan yang diakomodasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2020 lalu, katanya, ada 24 persen usulan yang diakomodasi. Kemudian pada 2021 menurun, yakni 23 persen.

Lalu pada 2022 terdapat 26 persen atau 1.238 usulan yang diakomodasi, dari total 4.800 usulan. Selanjutnya pada 2023 ini, ada 45 persen atau 2.227 usulan yang diakomodasi, dari total 4.942 usulan. “Ada kenaikan. Mudah-mudahan pada 2024 terus naik,” kata Sutiaji. (adk/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/