22.5 C
Malang
Minggu, Februari 11, 2024

Demi Kenyamanan Pengunjung-Pembeli,Pasar Kedungkandang Kembali Direvitalisasi

MALANG KOTA – Pasar Kedungkandang yang sempat direvitalisasi pada 2020 lalu bakal dipermak lagi oleh Pemkot Malang tahun ini. Rencananya, area lapak pedagang seluas 40 meter x 8 meter bakal ditambah meja. Saat ini, di kawasan tersebut memiliki meja lapak yang semestinya ada seperti pasar-pasar pada umumnya. Penambahan meja lapak itu diharapkan bisa menambah kerapian dan kenyamanan para pedagang maupun pembeli

Pasalnya, sampai saat ini sekitar 90 pedagang masih membuka lapak di luar pasar, khususnya pada pagi hari. Contohnya Ahmad Junaedi, salah satu pedagang di pasar tersebut. ”Dulu sebelum direvitalisasi sempat jualan di dalam. Tapi setelah diperbaiki kok belum ada meja dan malah terbuka kayak lapangan. Ya kami pilih berjualan di luar saja,” katanya kepada koran ini. Tak hanya itu, Junaedi yang berjualan sayur mayur menilai lokasi berdagang di luar pasar lebih menguntungkan. Dari omzet pendapatan saja, dia per hari bisa meraup sekitar Rp 500 ribu. Berbeda jika harus berjualan di dalam pasar. Kemungkinan omzetnya malah menurun. ”Tempatnya saja kayak tumpek blek gitu, pasti omzet turun. Aksesnya susah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Empat Guru Besar Resmi Jadi Bacarek UM

Keluhan tersebut menjadi pertimbangan bagi Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk melakukan revitalisasi lagi. Anggaran sebanyak Rp 1,1 miliar disiapkan untuk menambah 90 meja lapak pedagang. ”Untuk eksekusinya (pemasangan meja pedagang) kami ingin bisa dilakukan setelah Lebaran. Ya sekitar Juni bisa dibangun,” kata Kepala Diskopindag Kota Malang Muhamad Sailendra. Jika fasilitas meja lapak telah terpenuhi, para pedagang yang saat ini berjualan memenuhi pinggir Jalan Muharto pada pagi hari bisa masuk ke dalam pasar. Dengan kata lain, kondisi pasar jauh lebih bersih dan tertata.

Untuk jangka panjang, Diskopindag menginginkan pasar tersebut bisa memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia). Kios-kios kosong yang ada di sana diharapkan bisa ditempati oleh pedagang seluruhnya. Dia tak ingin ke depan para pedagang membuat macet jalanan yang kerap terlihat hingga saat ini. ”Maksimal selesainya akhir tahun. Tapi kami yakin tidak butuh waktu selama itu. Kami ingin tahun ini sudah bisa digunakan pedagang,” tegas mantan Sekretaris KPU Kota Malang itu. (and/fat)

Baca Juga:  Kajari Kota Malang: Masih Banyak Aset Pemkot Tak Terurus

 

MALANG KOTA – Pasar Kedungkandang yang sempat direvitalisasi pada 2020 lalu bakal dipermak lagi oleh Pemkot Malang tahun ini. Rencananya, area lapak pedagang seluas 40 meter x 8 meter bakal ditambah meja. Saat ini, di kawasan tersebut memiliki meja lapak yang semestinya ada seperti pasar-pasar pada umumnya. Penambahan meja lapak itu diharapkan bisa menambah kerapian dan kenyamanan para pedagang maupun pembeli

Pasalnya, sampai saat ini sekitar 90 pedagang masih membuka lapak di luar pasar, khususnya pada pagi hari. Contohnya Ahmad Junaedi, salah satu pedagang di pasar tersebut. ”Dulu sebelum direvitalisasi sempat jualan di dalam. Tapi setelah diperbaiki kok belum ada meja dan malah terbuka kayak lapangan. Ya kami pilih berjualan di luar saja,” katanya kepada koran ini. Tak hanya itu, Junaedi yang berjualan sayur mayur menilai lokasi berdagang di luar pasar lebih menguntungkan. Dari omzet pendapatan saja, dia per hari bisa meraup sekitar Rp 500 ribu. Berbeda jika harus berjualan di dalam pasar. Kemungkinan omzetnya malah menurun. ”Tempatnya saja kayak tumpek blek gitu, pasti omzet turun. Aksesnya susah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkab Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Semua Anggota PPS

Keluhan tersebut menjadi pertimbangan bagi Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk melakukan revitalisasi lagi. Anggaran sebanyak Rp 1,1 miliar disiapkan untuk menambah 90 meja lapak pedagang. ”Untuk eksekusinya (pemasangan meja pedagang) kami ingin bisa dilakukan setelah Lebaran. Ya sekitar Juni bisa dibangun,” kata Kepala Diskopindag Kota Malang Muhamad Sailendra. Jika fasilitas meja lapak telah terpenuhi, para pedagang yang saat ini berjualan memenuhi pinggir Jalan Muharto pada pagi hari bisa masuk ke dalam pasar. Dengan kata lain, kondisi pasar jauh lebih bersih dan tertata.

Untuk jangka panjang, Diskopindag menginginkan pasar tersebut bisa memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia). Kios-kios kosong yang ada di sana diharapkan bisa ditempati oleh pedagang seluruhnya. Dia tak ingin ke depan para pedagang membuat macet jalanan yang kerap terlihat hingga saat ini. ”Maksimal selesainya akhir tahun. Tapi kami yakin tidak butuh waktu selama itu. Kami ingin tahun ini sudah bisa digunakan pedagang,” tegas mantan Sekretaris KPU Kota Malang itu. (and/fat)

Baca Juga:  Empat Guru Besar Resmi Jadi Bacarek UM

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/