25.1 C
Malang
Kamis, Februari 15, 2024

Jelang Imlek, Malang Serasa Tiongkok

MALANG KOTA – Jelang tahun baru Imlek, nuansa khas Tiongkok terasa di Bumi Arema. Berbagai ornamen dipasang guna menyambut kedatangan hari besar umat Tionghoa tersebut. Salah satunya event Kampung China di Malang Town Square (Matos) kemarin (20/1). Acara yang berlangsung sejak Rabu lalu (18/1) itu menyuguhkan berbagai pertunjukan bernuansa tradisi Tiongkok. Mulai seni bela diri wushu, tarian tradisional, dan alat musik Erhu.

Juga ada kesenian barongsai yang menarik perhatian pengunjung mal. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan wakilnya Sofyan Edi Jarwoko. Hadir pula Bupati Malang H M. Sanusi, dan juga beberapa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang. Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa event seperti ini sangat perlu guna menumbuhkan rasa toleransi di kalangan warga Kota Malang.

Baca Juga:  Operasi Rokok Ilegal Kini Dipimpin Satpol PP

”Tidak ada mayoritas dan minoritas. Kemerdekaan ini berkat semua masyarakat, termasuk saudara Tionghoa yang tinggal di Indonesia,” tuturnya. Dia melanjutkan, Kota Malang tidak boleh ada diskriminasi antar suku, ras, ataupun agama. “Kita akan besar kalau saling menghargai,” imbuh alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang itu.

Sementara itu, Mall Director Matos Fifi Trisjanti menambahkan, pihaknya menggelar acara seperti ini guna menumbuhkan rasa toleransi antar umat beragama “Imlek tidak sekadar hari raya satu agama, tapi kita mengemas agar dapat dirayakan oleh banyak orang,” kata Fifi.(dur/dan)

MALANG KOTA – Jelang tahun baru Imlek, nuansa khas Tiongkok terasa di Bumi Arema. Berbagai ornamen dipasang guna menyambut kedatangan hari besar umat Tionghoa tersebut. Salah satunya event Kampung China di Malang Town Square (Matos) kemarin (20/1). Acara yang berlangsung sejak Rabu lalu (18/1) itu menyuguhkan berbagai pertunjukan bernuansa tradisi Tiongkok. Mulai seni bela diri wushu, tarian tradisional, dan alat musik Erhu.

Juga ada kesenian barongsai yang menarik perhatian pengunjung mal. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan wakilnya Sofyan Edi Jarwoko. Hadir pula Bupati Malang H M. Sanusi, dan juga beberapa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang. Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa event seperti ini sangat perlu guna menumbuhkan rasa toleransi di kalangan warga Kota Malang.

Baca Juga:  DPUPRPKP Telah Perbaiki 15 Ruas Jalan Rusak

”Tidak ada mayoritas dan minoritas. Kemerdekaan ini berkat semua masyarakat, termasuk saudara Tionghoa yang tinggal di Indonesia,” tuturnya. Dia melanjutkan, Kota Malang tidak boleh ada diskriminasi antar suku, ras, ataupun agama. “Kita akan besar kalau saling menghargai,” imbuh alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang itu.

Sementara itu, Mall Director Matos Fifi Trisjanti menambahkan, pihaknya menggelar acara seperti ini guna menumbuhkan rasa toleransi antar umat beragama “Imlek tidak sekadar hari raya satu agama, tapi kita mengemas agar dapat dirayakan oleh banyak orang,” kata Fifi.(dur/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/