23.6 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Jadwal Uji Coba Satu Arah Masih Abu-Abu

MALANG KOTA – Setelah mendapat banyak penolakan, Pemkot Malang tampak masih wait and see untuk uji coba satu arah di Kajoetangan Heritage. Sejatinya, dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya, uji coba itu akan dimulai Senin pekan depan (23/1). Namun setelah rapat koordinasi dilakukan Senin lalu (16/1), diputuskan bila jadwal tersebut diundur. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengaku bila saat ini pihaknya masih harus mengerjakan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Salah satunya yakni sosialisasi .

Menurut dia, semua penggawa wajib fokus sepanjang pertandingan. Ada dua alasan kenapa Jhon Alfarizi dan kawan-kawan perlu melakukan hal tersebut. sudah belajar dari dua laga terakhir di lanjutan Liga 1, Desember lalu. Roca menyebut kalau gol yang bersarang ke gawang Adilson Maringa disebabkan karena pemain kehilangan konsentrasi. ”Saat itu ada beberapa kesalahan individu dan kolektif yang kami lakukan,” tutur pria asal Chile tersebut.

Dia mengaku sudah mewanti-wanti pemainnya untuk tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut. Sedangkan alasan kedua dari pentingnya menjaga konsentrasi yakni kubu lawan. Roca menyebut bila PSIS Semarang mempunyai lini depan yang berbahaya. Semua pemain depan dari tim yang identik dengan kostum berwarna biru itu punya kemampuan mumpuni untuk membuat gol.

Baca Juga:  Ditunda, Aturan Beli Migor Pakai PeduliLindungi

Karena itu, dia tidak ingin para pemain Singo Edan hanya berkonsentrasi dengan Carlos Fortes atau Taisei Marukawa saja. ”Harus mewaspadai semua pemain mereka,” tambah juru taktik kelahiran 1977 tersebut.

Selain mempunyai insting gol yang baik, dia juga melihat barisan penyerang PSIS mempunyai kecepatan. Karena itu bakal sangat berbahaya bila pemainnya kehilangan konsentrasi, khususnya saat bertahan. ”Jangan sampai ada ruang yang bisa dimanfaatkan mereka,” tuturnya. Melihat statistik para penyerang PSIS, ucapan Roca itu ada benarnya. Sebab semua pemain lini depan tim berjuluk Mahesa Jenar itu sudah membuat gol. Taisei Marukawa sudah membukukan tiga gol, Carlos Fortes satu gol, Wawan Febrianto dua gol, Hari Nur Yulianto satu gol, dan Ridho Syuhada Putra sudah mengemas satu gol.

Selain itu, dua full back PSIS juga patut mendapat perhatian. Itu karena keduanya cukup produktif. Ryan Ardiansyah yang beroperasi di kiri sudah membuat empat gol. Sedangkan Fredyan Wahyu yang beroperasi di sisi kanan sudah menciptakan tiga gol. Untuk bisa meredam determinasi dari penggawa-penggawa PSIS itu, peran gelandang seperti Renshi Yamaguchi dan Jayus Hariono sangat dibutuhkan. Juga peran Rizky Dwi dan Jhon Alfarizi di posisi full back kiri dan kanan. Keduanya harus tampil disiplin selama 90 menit. Sebab selama ini PSIS sering membangun penyerangan melalui kedua sisi sayap.

Baca Juga:  Pemkot Malang Siapkan Anggaran Rp 37 Miliar Untuk Vaksin Covid-19

Sementara itu, terkait pertandingan nanti sore, Pelatih PSIS Semarang Muhammad Ridwan memastikan bila timnya sudah menyiapkan semuanya. ”Kami sudah melakukan perbaikan. Tim juga sudah menyiapkan antisipasi untuk permainan Arema FC,” tutur mantan pemain Sriwijaya FC itu. Dia mengaku bila dalam beberapa hari terakhir, tim pelatih sudah mempelajari permainan Singo Edan.

Dia melihat banyak cuplikan video laga Dendi Santoso dan kawan-kawan. Agar motivasi skuadnya berlipat ganda, Ridwan berharap dukungan dari para suporter. ”Tentunya support mereka membuat kami berhasrat untuk menang,” tuturnya. Saat ini, PSIS Semarang tengah berusaha untuk memperbaiki posisi di klasemen. Mereka masih berada di posisi ke-10 dengan koleksi 23 poin. Bila mampu menang di laga nanti sore, mereka bisa saja menggusur Arema FC yang berada di posisi ke-7 dengan koleksi 26 poin. (gp/by)

MALANG KOTA – Setelah mendapat banyak penolakan, Pemkot Malang tampak masih wait and see untuk uji coba satu arah di Kajoetangan Heritage. Sejatinya, dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya, uji coba itu akan dimulai Senin pekan depan (23/1). Namun setelah rapat koordinasi dilakukan Senin lalu (16/1), diputuskan bila jadwal tersebut diundur. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengaku bila saat ini pihaknya masih harus mengerjakan sejumlah pekerjaan rumah (PR). Salah satunya yakni sosialisasi .

Menurut dia, semua penggawa wajib fokus sepanjang pertandingan. Ada dua alasan kenapa Jhon Alfarizi dan kawan-kawan perlu melakukan hal tersebut. sudah belajar dari dua laga terakhir di lanjutan Liga 1, Desember lalu. Roca menyebut kalau gol yang bersarang ke gawang Adilson Maringa disebabkan karena pemain kehilangan konsentrasi. ”Saat itu ada beberapa kesalahan individu dan kolektif yang kami lakukan,” tutur pria asal Chile tersebut.

Dia mengaku sudah mewanti-wanti pemainnya untuk tidak mengulangi lagi kesalahan tersebut. Sedangkan alasan kedua dari pentingnya menjaga konsentrasi yakni kubu lawan. Roca menyebut bila PSIS Semarang mempunyai lini depan yang berbahaya. Semua pemain depan dari tim yang identik dengan kostum berwarna biru itu punya kemampuan mumpuni untuk membuat gol.

Baca Juga:  Sama-Sama Memburu Happy Ending, Lini Depan The Guardian Diwaspadai

Karena itu, dia tidak ingin para pemain Singo Edan hanya berkonsentrasi dengan Carlos Fortes atau Taisei Marukawa saja. ”Harus mewaspadai semua pemain mereka,” tambah juru taktik kelahiran 1977 tersebut.

Selain mempunyai insting gol yang baik, dia juga melihat barisan penyerang PSIS mempunyai kecepatan. Karena itu bakal sangat berbahaya bila pemainnya kehilangan konsentrasi, khususnya saat bertahan. ”Jangan sampai ada ruang yang bisa dimanfaatkan mereka,” tuturnya. Melihat statistik para penyerang PSIS, ucapan Roca itu ada benarnya. Sebab semua pemain lini depan tim berjuluk Mahesa Jenar itu sudah membuat gol. Taisei Marukawa sudah membukukan tiga gol, Carlos Fortes satu gol, Wawan Febrianto dua gol, Hari Nur Yulianto satu gol, dan Ridho Syuhada Putra sudah mengemas satu gol.

Selain itu, dua full back PSIS juga patut mendapat perhatian. Itu karena keduanya cukup produktif. Ryan Ardiansyah yang beroperasi di kiri sudah membuat empat gol. Sedangkan Fredyan Wahyu yang beroperasi di sisi kanan sudah menciptakan tiga gol. Untuk bisa meredam determinasi dari penggawa-penggawa PSIS itu, peran gelandang seperti Renshi Yamaguchi dan Jayus Hariono sangat dibutuhkan. Juga peran Rizky Dwi dan Jhon Alfarizi di posisi full back kiri dan kanan. Keduanya harus tampil disiplin selama 90 menit. Sebab selama ini PSIS sering membangun penyerangan melalui kedua sisi sayap.

Baca Juga:  Pameran Inovasi Jadi Wadah Tampilkan Produk dan Karya Civitas Polinema

Sementara itu, terkait pertandingan nanti sore, Pelatih PSIS Semarang Muhammad Ridwan memastikan bila timnya sudah menyiapkan semuanya. ”Kami sudah melakukan perbaikan. Tim juga sudah menyiapkan antisipasi untuk permainan Arema FC,” tutur mantan pemain Sriwijaya FC itu. Dia mengaku bila dalam beberapa hari terakhir, tim pelatih sudah mempelajari permainan Singo Edan.

Dia melihat banyak cuplikan video laga Dendi Santoso dan kawan-kawan. Agar motivasi skuadnya berlipat ganda, Ridwan berharap dukungan dari para suporter. ”Tentunya support mereka membuat kami berhasrat untuk menang,” tuturnya. Saat ini, PSIS Semarang tengah berusaha untuk memperbaiki posisi di klasemen. Mereka masih berada di posisi ke-10 dengan koleksi 23 poin. Bila mampu menang di laga nanti sore, mereka bisa saja menggusur Arema FC yang berada di posisi ke-7 dengan koleksi 26 poin. (gp/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/