23.2 C
Malang
Jumat, Desember 8, 2023

600 Personel Amankan Nataru Kota Malang

MALANG KOTA – Hari Raya Natal dan pergantian tahun semakin dekat. Pihak keamanan pun sudah merancang pola pengamanan. Sekitar 600 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga agar situasi akhir tahun tetap kondusif. Beberapa pos pengamanan dan pelayanan juga disiapkan. Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan menjelaskan, ada sekitar 400 personel inti dari jajaran kepolisian yang akan bergabung dengan satuan lainnya.

”Kami bersama Kodim 0833, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP Kota Malang, dan beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) membentuk tim gabungan. Kalau ditotal, jumlah personel pengamanan mencapai 600 orang,” ujarnya kemarin sore (18/12). Para personel itu akan ditempatkan di beberapa pos. Untuk pos pengamanan (pospam) ada tiga.

Yaki di depan Malang Creative Center (MCC), Simpang Universitas Brawijaya (UB) atau Jembatan Soekarno Hatta, dan Simpang Empat Jalan Danau Toba, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Sedangkan pos pelayanan akan disediakan di depan Gereja Katedral Jalan Ijen. Polisi juga memiliki pos pengamanan bergerak atau mobile. Pos semacam itu akan diletakkan di titik-titik yang krusial pada saat perayaan Natal.

Baca Juga:  Pemilu, KPU Sebut Minimal 20 Parpol

”Kondisi atau situasi yang memerlukan pospam adalah tempat-tempat ibadah Natal yang jumlah jemaatnya banyak. Atau apabila ada titik kemacetan lalu lintas yang perlu diurai,” sebut Supiyan. Teknisnya, bila mendapati laporan kondisi semacam itu, pospam mobile yang memanfaatkan bus Arema Police segera meluncur ke titik yang memerlukan asistensi. Langkah pengamanan lain yang dilakukan ialah melakukan patroli gabungan setiap malam. Selain personel gabungan, ada juga satu tim dari Brimob yang disiagakan di gereja-gereja besar.

Menurut Supiyan, mereka bertugas melakukan sterilisasi di gereja besar, seperti di Jalan Ijen dan Kajoetangan. Sedangkan untuk gereja-gereja kecil akan dijaga personel dari Polresta Malang Kota. Bila ditotal, ada sekitar 82 gereja baik kecil maupun besar di Kota Malang. Lokasinya tersebar di lima kecamatan. “Kami memastikan di setiap gereja ada anggota pengamanan di sana,” ucap dia. Menurut Supiyan, yang ditempatkan di gereja diutamakan personel yang dapat menjinakkan bom.

Baca Juga:  Ke Arjowinangun, Tim Juri Kampung Bersinar Disuguhi Biopori

Langkah itu untuk mengantisipasi peluang terjadinya kejahatan terorisme. Semua rangkaian pengamanan itu termasuk dalam Operasi Lilin Semeru 2022. Artinya, semua akan efektif mulai tanggal 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023 mendatang. (biy/fat)

MALANG KOTA – Hari Raya Natal dan pergantian tahun semakin dekat. Pihak keamanan pun sudah merancang pola pengamanan. Sekitar 600 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga agar situasi akhir tahun tetap kondusif. Beberapa pos pengamanan dan pelayanan juga disiapkan. Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan menjelaskan, ada sekitar 400 personel inti dari jajaran kepolisian yang akan bergabung dengan satuan lainnya.

”Kami bersama Kodim 0833, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP Kota Malang, dan beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) membentuk tim gabungan. Kalau ditotal, jumlah personel pengamanan mencapai 600 orang,” ujarnya kemarin sore (18/12). Para personel itu akan ditempatkan di beberapa pos. Untuk pos pengamanan (pospam) ada tiga.

Yaki di depan Malang Creative Center (MCC), Simpang Universitas Brawijaya (UB) atau Jembatan Soekarno Hatta, dan Simpang Empat Jalan Danau Toba, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Sedangkan pos pelayanan akan disediakan di depan Gereja Katedral Jalan Ijen. Polisi juga memiliki pos pengamanan bergerak atau mobile. Pos semacam itu akan diletakkan di titik-titik yang krusial pada saat perayaan Natal.

Baca Juga:  Pemkot Batu Tiadakan Pesta Tahun Baru dan Tutup Alun-Alun

”Kondisi atau situasi yang memerlukan pospam adalah tempat-tempat ibadah Natal yang jumlah jemaatnya banyak. Atau apabila ada titik kemacetan lalu lintas yang perlu diurai,” sebut Supiyan. Teknisnya, bila mendapati laporan kondisi semacam itu, pospam mobile yang memanfaatkan bus Arema Police segera meluncur ke titik yang memerlukan asistensi. Langkah pengamanan lain yang dilakukan ialah melakukan patroli gabungan setiap malam. Selain personel gabungan, ada juga satu tim dari Brimob yang disiagakan di gereja-gereja besar.

Menurut Supiyan, mereka bertugas melakukan sterilisasi di gereja besar, seperti di Jalan Ijen dan Kajoetangan. Sedangkan untuk gereja-gereja kecil akan dijaga personel dari Polresta Malang Kota. Bila ditotal, ada sekitar 82 gereja baik kecil maupun besar di Kota Malang. Lokasinya tersebar di lima kecamatan. “Kami memastikan di setiap gereja ada anggota pengamanan di sana,” ucap dia. Menurut Supiyan, yang ditempatkan di gereja diutamakan personel yang dapat menjinakkan bom.

Baca Juga:  Libur Sekolah Mundur pada 10-14 Januari

Langkah itu untuk mengantisipasi peluang terjadinya kejahatan terorisme. Semua rangkaian pengamanan itu termasuk dalam Operasi Lilin Semeru 2022. Artinya, semua akan efektif mulai tanggal 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023 mendatang. (biy/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/