26.7 C
Malang
Minggu, November 19, 2023

121 Camaba Mundur dari Kursi SNMPTN

MALANG KOTA – Diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) merupakan impian kebanyakan mahasiswa. Tapi hal itu tidak berlaku bagi 121 calon mahasiswa baru (Camaba). Mereka sudah lolos seleksi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022, tapi tak daftar ulang. Dengan demikian, ribuan Camaba tersebut dianggap mundur dari kursi SNMPTN.

Berdasarkan hasil seleksi SNMPTN 2022, mereka diterima di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM). Sebanyak 121 orang itu yang terdiri atas 74 calon mahasiswa UM dan 47 calon mahasiswa UB. Sehingga, mereka resmi dinyatakan gugur.

Padahal ketika dinyatakan lolos jalur SNMPTN, dipastikan mereka tidak perlu bingung lagi mencari kampus. Sedangkan bagi mereka yang tidak lolos SNMPTN, harus berdebar untuk menunggu hasil tes ujian SBMPTN.

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto Widodo SSos MAB menjelaskan beberapa alasan puluhan calon mahasiswa itu memilih tak melakukan daftar ulang. Mayoritas mereka diterima di sekolah kedinasan, diterima di kampus lain atau tidak disetujui oleh orang tua mereka. “Jadi, mahasiswa yang diterima SNMPTN itu 3.444 orang, tidak daftar ulang 47 orang. Akhirnya yang kami terima 3.397 jiwa,” terang Heri.

Baca Juga:  Yeay, Kini Desa Pulungdowo Punya Batik Sendiri

Sebelum batas waktu, kata Heri, pihak kampus menghubungi masing-masing calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang. Mereka menanyakan alasan calon mahasiswa itu belum melakukan proses tersebut. Ditemukanlah alasan yang membuat calon mahasiswa itu tidak jadi memilih UB. “Tapi tidak semuanya sambung saat kami hubungi dengan nomor telepon yang kami dapatkan. Dengan tidak daftar ulang segitu sudah sangat bagus,” tutur Heri.

Dia menambahkan, pihak kampus sangat menyayangkan keputusan dari calon mahasiswa yang memutuskan tidak daftar ulang. Namun, UB juga tidak bisa memaksa mereka untuk melakukan daftar ulang. Karena pilihan ada di masing-masing mahasiswa yang dinyatakan lolos. Kampus hanya bisa mengimbau mereka untuk segera melakukan daftar ulang. “Jadi kuota 47 itu akan kami alihkan ke SBMPTN dulu. Nanti ketika ada yang tidak daftar ulang lagi di SBMPTN, baru ke jalur mandiri,” jelas Heri.

Baca Juga:  Inilah 2 Fakultas Penyumbang Tertinggi Molornya Studi di Universitas Brawijaya

Sementara itu, Kabag Humas UM Ifa Nursanti menyampaikan, dari 1.695 mahasiswa yang diterima jalur SNMPTN, sebanyak 74 orang tidak melakukan registrasi ulang. Itu berarti jumlah akhir mahasiswa yang diterima UM melalui jalur SNMPTN sebanyak 1621 orang. Jumlah tertinggi siswa yang tak daftar ulang di fakultas ilmu pendidikan denganĀ  14 orang. Kemudian disusul fakultas sastra 13 orang dan fakultas teknik 12 orang. “Kami belum tau alasan mereka tidak daftar ulang,” tutupnya. (adk/dan)

Pilih Mundur dari Jalur SNMPTN

– Diterima di sekolah kedinasan
– Diterima di kampus lain yang diyakini lebih bagus dan sesuai
– Tidak mendapat restu dari orang tua

Sikap Kampus
– Menghubungi masing-masing Camaba untuk menanyakan alasan tidak melakukan daftar ulang
– Mengalihkan kursi kosong ke jalur lain seperti SNMPTN atau jalur Mandiri

MALANG KOTA – Diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) merupakan impian kebanyakan mahasiswa. Tapi hal itu tidak berlaku bagi 121 calon mahasiswa baru (Camaba). Mereka sudah lolos seleksi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022, tapi tak daftar ulang. Dengan demikian, ribuan Camaba tersebut dianggap mundur dari kursi SNMPTN.

Berdasarkan hasil seleksi SNMPTN 2022, mereka diterima di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM). Sebanyak 121 orang itu yang terdiri atas 74 calon mahasiswa UM dan 47 calon mahasiswa UB. Sehingga, mereka resmi dinyatakan gugur.

Padahal ketika dinyatakan lolos jalur SNMPTN, dipastikan mereka tidak perlu bingung lagi mencari kampus. Sedangkan bagi mereka yang tidak lolos SNMPTN, harus berdebar untuk menunggu hasil tes ujian SBMPTN.

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto Widodo SSos MAB menjelaskan beberapa alasan puluhan calon mahasiswa itu memilih tak melakukan daftar ulang. Mayoritas mereka diterima di sekolah kedinasan, diterima di kampus lain atau tidak disetujui oleh orang tua mereka. “Jadi, mahasiswa yang diterima SNMPTN itu 3.444 orang, tidak daftar ulang 47 orang. Akhirnya yang kami terima 3.397 jiwa,” terang Heri.

Baca Juga:  Langka, Jamaah Umrah Berebut Vaksin Meningitis

Sebelum batas waktu, kata Heri, pihak kampus menghubungi masing-masing calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang. Mereka menanyakan alasan calon mahasiswa itu belum melakukan proses tersebut. Ditemukanlah alasan yang membuat calon mahasiswa itu tidak jadi memilih UB. “Tapi tidak semuanya sambung saat kami hubungi dengan nomor telepon yang kami dapatkan. Dengan tidak daftar ulang segitu sudah sangat bagus,” tutur Heri.

Dia menambahkan, pihak kampus sangat menyayangkan keputusan dari calon mahasiswa yang memutuskan tidak daftar ulang. Namun, UB juga tidak bisa memaksa mereka untuk melakukan daftar ulang. Karena pilihan ada di masing-masing mahasiswa yang dinyatakan lolos. Kampus hanya bisa mengimbau mereka untuk segera melakukan daftar ulang. “Jadi kuota 47 itu akan kami alihkan ke SBMPTN dulu. Nanti ketika ada yang tidak daftar ulang lagi di SBMPTN, baru ke jalur mandiri,” jelas Heri.

Baca Juga:  Dari Bahan Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

Sementara itu, Kabag Humas UM Ifa Nursanti menyampaikan, dari 1.695 mahasiswa yang diterima jalur SNMPTN, sebanyak 74 orang tidak melakukan registrasi ulang. Itu berarti jumlah akhir mahasiswa yang diterima UM melalui jalur SNMPTN sebanyak 1621 orang. Jumlah tertinggi siswa yang tak daftar ulang di fakultas ilmu pendidikan denganĀ  14 orang. Kemudian disusul fakultas sastra 13 orang dan fakultas teknik 12 orang. “Kami belum tau alasan mereka tidak daftar ulang,” tutupnya. (adk/dan)

Pilih Mundur dari Jalur SNMPTN

– Diterima di sekolah kedinasan
– Diterima di kampus lain yang diyakini lebih bagus dan sesuai
– Tidak mendapat restu dari orang tua

Sikap Kampus
– Menghubungi masing-masing Camaba untuk menanyakan alasan tidak melakukan daftar ulang
– Mengalihkan kursi kosong ke jalur lain seperti SNMPTN atau jalur Mandiri

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/