25.2 C
Malang
Rabu, Februari 14, 2024

Dari Bahan Bekas Jadi Barang Bernilai Tinggi

MALANG KOTA – Bagi masyarakat, sampah atau barang bekas sering dinilai sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai guna. Bahkan kesannya menjijikkan. Namun, untuk sebagian orang hal tersebut bisa diubah menjadi karya yang enak dipandang. Seperti halnya yang dilakukan Supriatna dan Ono Gaf.

Di Kota Malang, Supriatna dan Ono Gaf dikenal sebagai seniman yang memanfaatkan barang bekas untuk diubah menjadi karya. Kali ini, keduanya kembali unjuk gigi dalam ‘PWK Exhibition’ yang digelar di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada Kamis (14/7).

Saat ditemui, Supriatna atau yang akrab disapa Nana itu mengungkapkan dalam kegiatan ini dirinya memberikan demonstrasi membuat patung ayam. Patung tersebut dibuat dari bahan-bahan seperti ban, paralon, hingga besi bekas. “Pembuatannya pun tidak sampai memakan waktu satu hari. Hanya sekitar 3-4 jam,” terangnya.

Baca Juga:  Geliat Kurir-Kurir Lokal ”Terlahir” di Tengah Pandemi

Supriatna menjelaskan, pembuatan karya dari barang bekas telah dilakukannya sejak tahun 2016 lalu. Awalnya, dia membuat karya dari tumpukan ban yang tidak bisa diproses atau sulit untuk didaur ulang. Dengan begitu, maka turut mengurangi tumpukan sampah.

“Jadi sampah atau barang bekas bisa menjadi karya yang lebih enak dipandang,” imbuhnya.

Dirinya berharap, melalui demonstrasi yang dilakukannya para mahasiswa bisa mengolah barang bekas menjadi karya yang menarik. Selain itu, karya yang dibuat juga tahan lama.

Sementara itu, Ono Gaf turut memamerkan karya-karya dari besi baja miliknya. Pria yang dijuluki ‘Man of Steel’ ini terinspirasi membuat karya dari besi karena pengaruh lingkungan rumah.

“Kebetulan rumah saya di kidul pasar. Di sana banyak rombeng seperti besi kereta. Dari sana saya terinspirasi membuat barang yang bermanfaat dengan biaya murah,” terangnya.

Baca Juga:  Awas, Kota Malang Belum Bebas Covid-19

Bermacam-macam karya pernah dibuatnya. Di antaranya patung orang Jepang, Osama Bin Laden, dan Miss Indonesia. Tak hanya itu, dia mengatakan sudah menjual karyanya ke 25 negara seperti Brazil, Afrika, Inggris, Amerika, Jerman, Swiss, hingga Korea.

“Beberapa waktu lalu saya sempat kolaborasi dengan seniman perempuan asal Inggris. Lalu ke depan, saya rencananya mau berkolaborasi dengan istri jendral di Bandung,” ujarnya.

Kepala Studio Teknik Planologi ITN Malang Arif Setiawan menambahkan, PWK Exhibition sebenarnya merupakan agenda rutin. “Kami mengundang Pak Nana dan Pak Ono supaya lebih menarik sekaligus menjadi ajang sharing ilmu,” terangnya. (mel/abm)

MALANG KOTA – Bagi masyarakat, sampah atau barang bekas sering dinilai sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai guna. Bahkan kesannya menjijikkan. Namun, untuk sebagian orang hal tersebut bisa diubah menjadi karya yang enak dipandang. Seperti halnya yang dilakukan Supriatna dan Ono Gaf.

Di Kota Malang, Supriatna dan Ono Gaf dikenal sebagai seniman yang memanfaatkan barang bekas untuk diubah menjadi karya. Kali ini, keduanya kembali unjuk gigi dalam ‘PWK Exhibition’ yang digelar di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada Kamis (14/7).

Saat ditemui, Supriatna atau yang akrab disapa Nana itu mengungkapkan dalam kegiatan ini dirinya memberikan demonstrasi membuat patung ayam. Patung tersebut dibuat dari bahan-bahan seperti ban, paralon, hingga besi bekas. “Pembuatannya pun tidak sampai memakan waktu satu hari. Hanya sekitar 3-4 jam,” terangnya.

Baca Juga:  Geliat Kurir-Kurir Lokal ”Terlahir” di Tengah Pandemi

Supriatna menjelaskan, pembuatan karya dari barang bekas telah dilakukannya sejak tahun 2016 lalu. Awalnya, dia membuat karya dari tumpukan ban yang tidak bisa diproses atau sulit untuk didaur ulang. Dengan begitu, maka turut mengurangi tumpukan sampah.

“Jadi sampah atau barang bekas bisa menjadi karya yang lebih enak dipandang,” imbuhnya.

Dirinya berharap, melalui demonstrasi yang dilakukannya para mahasiswa bisa mengolah barang bekas menjadi karya yang menarik. Selain itu, karya yang dibuat juga tahan lama.

Sementara itu, Ono Gaf turut memamerkan karya-karya dari besi baja miliknya. Pria yang dijuluki ‘Man of Steel’ ini terinspirasi membuat karya dari besi karena pengaruh lingkungan rumah.

“Kebetulan rumah saya di kidul pasar. Di sana banyak rombeng seperti besi kereta. Dari sana saya terinspirasi membuat barang yang bermanfaat dengan biaya murah,” terangnya.

Baca Juga:  Volume Sampah di Malang di Atas Rata-Rata Nasional

Bermacam-macam karya pernah dibuatnya. Di antaranya patung orang Jepang, Osama Bin Laden, dan Miss Indonesia. Tak hanya itu, dia mengatakan sudah menjual karyanya ke 25 negara seperti Brazil, Afrika, Inggris, Amerika, Jerman, Swiss, hingga Korea.

“Beberapa waktu lalu saya sempat kolaborasi dengan seniman perempuan asal Inggris. Lalu ke depan, saya rencananya mau berkolaborasi dengan istri jendral di Bandung,” ujarnya.

Kepala Studio Teknik Planologi ITN Malang Arif Setiawan menambahkan, PWK Exhibition sebenarnya merupakan agenda rutin. “Kami mengundang Pak Nana dan Pak Ono supaya lebih menarik sekaligus menjadi ajang sharing ilmu,” terangnya. (mel/abm)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/