23 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Ini Alasan 15 Orang di Malang Ditolak saat Donor Darah

MALANG KOTA – Hari donor darah sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 Juni dimanfaatkan masyarakat untuk menyumbangkan darah. Itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang mendonorkan darah di Mini Block Office, kemarin (14/6).

Di ajang yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Malang itu, ratusan masyarakat mengikuti donor darah, bahkan sampai ada yang ditolak panitia.

Wakil Ketua PDDI Kota Malang Nuryadi mengatakan, mulanya dia menyediakan 200 kantong darah. Namun sebagai antisipasi, disiapkan tambahan 50 kantong darah sehingga total ada 250 kantong. ”Insya Allah bisa terpenuhi semuanya,” kata di sela-sela kegiatan.

Usai donor, masyarakat yang berpartisipasi akan mendapat sembako. Para pendonor tidak hanya dari kalangan orang tua. Tapi juga milenial. Dia memperkirakan ada sekitar 20 persen kaum milenial yang ikut serta dalam donor darah.

Baca Juga:  Usai Jokowi Ngomong, Toko Pakaian Bekas Impor di Malang Bakal Diperiksa

Terkait masyarakat yang ditolak saat donor darah, dia menyebut ada 15 orang. Ini karena tidak memenuhi syarat. Misalnya memiliki kadar Hb rendah, tensi tinggi, atau masalah kesehatan tertentu.

Melalui kegiatan donor darah, pihaknya berharap agar semakin banyak masyarakat yang mau mendonorkan darahnya. ”Selain itu, kami ingin melakukan sosialisasi, terutama pada anak-anak muda mulai usia 17 tahun. Sebab, di usia tersebut mereka sudah diperbolehkan donor,” jelas dia.

Salah seorang pendonor, Septiana Damianti mengungkapkan, ini menjadi kali pertama dia mendonorkan darah. Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu mengaku tertarik setelah diajak temannya. ”Pertama kali rasanya tentu sakit, tapi setelah itu biasa saja. Saya tidak kapok, mungkin bakal rutin juga,” ucap dia. (mel/dan)

MALANG KOTA – Hari donor darah sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 Juni dimanfaatkan masyarakat untuk menyumbangkan darah. Itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang mendonorkan darah di Mini Block Office, kemarin (14/6).

Di ajang yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Malang itu, ratusan masyarakat mengikuti donor darah, bahkan sampai ada yang ditolak panitia.

Wakil Ketua PDDI Kota Malang Nuryadi mengatakan, mulanya dia menyediakan 200 kantong darah. Namun sebagai antisipasi, disiapkan tambahan 50 kantong darah sehingga total ada 250 kantong. ”Insya Allah bisa terpenuhi semuanya,” kata di sela-sela kegiatan.

Usai donor, masyarakat yang berpartisipasi akan mendapat sembako. Para pendonor tidak hanya dari kalangan orang tua. Tapi juga milenial. Dia memperkirakan ada sekitar 20 persen kaum milenial yang ikut serta dalam donor darah.

Baca Juga:  Tagihan PLN Membingungkan

Terkait masyarakat yang ditolak saat donor darah, dia menyebut ada 15 orang. Ini karena tidak memenuhi syarat. Misalnya memiliki kadar Hb rendah, tensi tinggi, atau masalah kesehatan tertentu.

Melalui kegiatan donor darah, pihaknya berharap agar semakin banyak masyarakat yang mau mendonorkan darahnya. ”Selain itu, kami ingin melakukan sosialisasi, terutama pada anak-anak muda mulai usia 17 tahun. Sebab, di usia tersebut mereka sudah diperbolehkan donor,” jelas dia.

Salah seorang pendonor, Septiana Damianti mengungkapkan, ini menjadi kali pertama dia mendonorkan darah. Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu mengaku tertarik setelah diajak temannya. ”Pertama kali rasanya tentu sakit, tapi setelah itu biasa saja. Saya tidak kapok, mungkin bakal rutin juga,” ucap dia. (mel/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/