22.1 C
Malang
Senin, Februari 12, 2024

Per Hari, 20 Ton Sampah Kotori Ruas Jalan

MALANG KOTA – Warga di sejumlah kawasan masih saja membuang sampah sembarangan, termasuk di jalanan. Itu terlihat dari gunungan sampah di dua lokasi. Yakni di ruas Jalan Muharto dan Jembatan Gadang. Dari dua lokasi itu saja, terkumpul 20 ton sampah setiap harinya. Setidaknya, Itulah data yang dicatat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Selain menghambat laju arus lalu lintas, keberadaan gunungan sampah juga menimbulkan bau menyengat. Gunungan sampah di Jalan Muharto misalnya, dikeluhkan oleh Mashuri, warga Jalan Muharto Nomor 57 D

Sudah hampir lima bulan dia tinggal di sekitar jembatan Muharto. Tak jauh dari tumpukan sampah tersebut. “Saya bukan pemilik asli. Rumah ini dipasrahkan pada saya karena pemiliknya, yakni Bapak Suseno Limansastro pindah. Kabarnya beliau juga pindah karena terganggu bau sampah di situ,” ujarnya. Menurut pengamatan Mashuri, gunungan sampah tersebut semula ada di toko bangunan dekat jembatan. Namun sudah beberapa tahun terakhir ini berpindah ke depan rumahnya. Pria berusia 52 tahun itu mengungkap, sampah-sampah bisa sampai menggunung karena banyak yang membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:  Umat Buddha Malang Resapi Makna Tri Suci Dalam Peringatan Waisak

Tidak hanya warga sekitar, tapi juga beberapa pengendara yang melintas juga membuang sampah di lokasi tersebut. Padahal sudah ada larangan membuang sampah. Saat ditanya apakah dia pernah melapor ke perangkat setempat, Mashuri mengaku pernah mengeluh kepada petugas DLH Kota Malang yang setiap hari mengangkut gunungan sampah di depan rumahnya itu. “Yang parah itu kalau hujan deras. Seperti tanggal 4 Desember lalu itu genangan air bercampur dengan sampah sampai masuk ke rumah,” keluhnya.

Mashuri menambahkan, sampah yang terangkut biasanya mencapai 2 truk merk Fuso. Namun beberapa hari terakhir karena sangat banyak sampahsampahnya masih bersisa. Di tempat lain, Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kota Malang Budi Heriyanto menegaskan, setiap hari pihaknya selalu mengangkut sampah di Jalan Muharto. Namun semakin hari volume sampah semakin banyak. Di Jalan Muharto, katanya, sampah yang diangkut mencapai 9 ton. “Sebenarnya di Jalan Muharto sudah ada TPS (tempat penampungan sementara). Namun sejak tahun 2018 tidak digunakan lagi karena penolakan dari warga,” terang pria berkacamata tersebut.

Baca Juga:  Electrizen, Ayo Bayar Listrik Tepat Waktu

Daripada dibuang sembarangan ke sungai, dia mengatakan, DLH mengambil gunungan sampah tersebut. Langkah itu juga atas permintaan pemangku wilayah setempat. Demikian pula dengan gunungan sampah di Jembatan Gadang. Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengatakan, Kota Malang memiliki 58 TPS publik. Terkait dengan gunungan sampah di Jalan Muharto dan Jembatan Gadang, dia sudah berkoordinasi bersama perangkat setempat.

Namun belum menemukan solusi. “Di Kedungkandang sudah ada TPS publik. Namun masih banyak masyarakat yang perilakunya belum terkoordinasi. Kami mencoba mengusulkan penambahan TPS melalui dana alokasi khusus,” tandasnya. (mel/dan)

MALANG KOTA – Warga di sejumlah kawasan masih saja membuang sampah sembarangan, termasuk di jalanan. Itu terlihat dari gunungan sampah di dua lokasi. Yakni di ruas Jalan Muharto dan Jembatan Gadang. Dari dua lokasi itu saja, terkumpul 20 ton sampah setiap harinya. Setidaknya, Itulah data yang dicatat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Selain menghambat laju arus lalu lintas, keberadaan gunungan sampah juga menimbulkan bau menyengat. Gunungan sampah di Jalan Muharto misalnya, dikeluhkan oleh Mashuri, warga Jalan Muharto Nomor 57 D

Sudah hampir lima bulan dia tinggal di sekitar jembatan Muharto. Tak jauh dari tumpukan sampah tersebut. “Saya bukan pemilik asli. Rumah ini dipasrahkan pada saya karena pemiliknya, yakni Bapak Suseno Limansastro pindah. Kabarnya beliau juga pindah karena terganggu bau sampah di situ,” ujarnya. Menurut pengamatan Mashuri, gunungan sampah tersebut semula ada di toko bangunan dekat jembatan. Namun sudah beberapa tahun terakhir ini berpindah ke depan rumahnya. Pria berusia 52 tahun itu mengungkap, sampah-sampah bisa sampai menggunung karena banyak yang membuang sampah sembarangan.

Baca Juga:  Umat Buddha Malang Resapi Makna Tri Suci Dalam Peringatan Waisak

Tidak hanya warga sekitar, tapi juga beberapa pengendara yang melintas juga membuang sampah di lokasi tersebut. Padahal sudah ada larangan membuang sampah. Saat ditanya apakah dia pernah melapor ke perangkat setempat, Mashuri mengaku pernah mengeluh kepada petugas DLH Kota Malang yang setiap hari mengangkut gunungan sampah di depan rumahnya itu. “Yang parah itu kalau hujan deras. Seperti tanggal 4 Desember lalu itu genangan air bercampur dengan sampah sampai masuk ke rumah,” keluhnya.

Mashuri menambahkan, sampah yang terangkut biasanya mencapai 2 truk merk Fuso. Namun beberapa hari terakhir karena sangat banyak sampahsampahnya masih bersisa. Di tempat lain, Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kota Malang Budi Heriyanto menegaskan, setiap hari pihaknya selalu mengangkut sampah di Jalan Muharto. Namun semakin hari volume sampah semakin banyak. Di Jalan Muharto, katanya, sampah yang diangkut mencapai 9 ton. “Sebenarnya di Jalan Muharto sudah ada TPS (tempat penampungan sementara). Namun sejak tahun 2018 tidak digunakan lagi karena penolakan dari warga,” terang pria berkacamata tersebut.

Baca Juga:  Tiga Bulan Nyawa 17 Warga Kota Batu Terengut Covid-19

Daripada dibuang sembarangan ke sungai, dia mengatakan, DLH mengambil gunungan sampah tersebut. Langkah itu juga atas permintaan pemangku wilayah setempat. Demikian pula dengan gunungan sampah di Jembatan Gadang. Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengatakan, Kota Malang memiliki 58 TPS publik. Terkait dengan gunungan sampah di Jalan Muharto dan Jembatan Gadang, dia sudah berkoordinasi bersama perangkat setempat.

Namun belum menemukan solusi. “Di Kedungkandang sudah ada TPS publik. Namun masih banyak masyarakat yang perilakunya belum terkoordinasi. Kami mencoba mengusulkan penambahan TPS melalui dana alokasi khusus,” tandasnya. (mel/dan)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/