22.7 C
Malang
Senin, November 13, 2023

Kondisi Kebun Bibit Mojolangu Memprihatinkan

MALANG KOTA – Satu per satu taman di Kota Malang butuh perhatian. Sejumlah fasilitas penunjang taman perlahan rusak karena jarang tersentuh perbaikan. Salah satunya di Kebun Bibit Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

Dari pantauan wartawan koran ini kemarin siang (13/1), nama penanda kebun tersebut sudah tidak lengkap. Satu hurufnya hilang dan satu hurufnya rusak. Padahal, ruang terbuka hijau (RTH) dengan luas sekitar 2 hektare itu masih ramai dikunjungi terutama saat sore hari.

Salah satu pengunjung Kebun Bibit Mojolangu Linggar Tri Hermawan menyayangkan kondisi RTH yang tidak terawat. Aspek kebersihan di tempat yang biasa dia kunjungi itu juga kurang diperhatikan. ”Kebersihan di skate park masih kurang. Sampah-sampahnya masih ada berserakan,” ujar laki-laki berusia 22 tahun itu.

Baca Juga:  Arema FC Makin Berat Bisa Finish di Tiga Besar

Di antara fasilitas yang tersedia, skate park memang tujuan utama bagi Linggar dan temannya. Mereka biasanya datang siang atau sore hari dengan membawa skate board masing-masing. Sayangnya, karena kebersihan yang kurang terjaga, mereka menjadi kurang nyaman dan terganggu.

Fasilitas lain seperti mini fitness di sisi barat bagian depan sudah tidak layak pakai. Ada yang besinya patah, besi berkarat, hingga catnya mengelupas. Pedal sepeda statis juga tidak dapat digunakan lagi. Bahkan, satu permainan sudah menjadi sarang semut.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Teguh Santoso mengungkapkan jika perbaikan taman sudah diagendakan pada 2022 lalu. Sayangnya, anggaran perawatan yang masuk pada APBD 2022 terkena refocusing (pengalihan) anggaran saat perubahan anggaran keuangan (PAK). Alhasil perbaikan Kebun Bibit Mojolangu tertunda.

Baca Juga:  Dampingi Korban, Temukan Kasus Perundungan

Meski begitu, pihaknya akan mengusahakan untuk melakukan perbaikan pada tahun ini. ”Tetap kami upayakan tahun ini. Namun, dengan mempertimbangkan alokasi anggaran yang ada,” ujarnya. Dalam APBD 2023, setidaknya DLH memiliki anggaran perawatan 86 taman kurang lebih Rp 4 miliar. Kini Teguh masih menghitung estimasi kebutuhan anggaran perbaikan untuk Kebun Bibit Mojolangu. (yun/adn)

MALANG KOTA – Satu per satu taman di Kota Malang butuh perhatian. Sejumlah fasilitas penunjang taman perlahan rusak karena jarang tersentuh perbaikan. Salah satunya di Kebun Bibit Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

Dari pantauan wartawan koran ini kemarin siang (13/1), nama penanda kebun tersebut sudah tidak lengkap. Satu hurufnya hilang dan satu hurufnya rusak. Padahal, ruang terbuka hijau (RTH) dengan luas sekitar 2 hektare itu masih ramai dikunjungi terutama saat sore hari.

Salah satu pengunjung Kebun Bibit Mojolangu Linggar Tri Hermawan menyayangkan kondisi RTH yang tidak terawat. Aspek kebersihan di tempat yang biasa dia kunjungi itu juga kurang diperhatikan. ”Kebersihan di skate park masih kurang. Sampah-sampahnya masih ada berserakan,” ujar laki-laki berusia 22 tahun itu.

Baca Juga:  Pita Kejut Tak Boleh Dipasang di Jalan Lurus

Di antara fasilitas yang tersedia, skate park memang tujuan utama bagi Linggar dan temannya. Mereka biasanya datang siang atau sore hari dengan membawa skate board masing-masing. Sayangnya, karena kebersihan yang kurang terjaga, mereka menjadi kurang nyaman dan terganggu.

Fasilitas lain seperti mini fitness di sisi barat bagian depan sudah tidak layak pakai. Ada yang besinya patah, besi berkarat, hingga catnya mengelupas. Pedal sepeda statis juga tidak dapat digunakan lagi. Bahkan, satu permainan sudah menjadi sarang semut.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Teguh Santoso mengungkapkan jika perbaikan taman sudah diagendakan pada 2022 lalu. Sayangnya, anggaran perawatan yang masuk pada APBD 2022 terkena refocusing (pengalihan) anggaran saat perubahan anggaran keuangan (PAK). Alhasil perbaikan Kebun Bibit Mojolangu tertunda.

Baca Juga:  Yatim Mandiri Malang Salurkan Daging Kurban hingga Pelosok Desa

Meski begitu, pihaknya akan mengusahakan untuk melakukan perbaikan pada tahun ini. ”Tetap kami upayakan tahun ini. Namun, dengan mempertimbangkan alokasi anggaran yang ada,” ujarnya. Dalam APBD 2023, setidaknya DLH memiliki anggaran perawatan 86 taman kurang lebih Rp 4 miliar. Kini Teguh masih menghitung estimasi kebutuhan anggaran perbaikan untuk Kebun Bibit Mojolangu. (yun/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/