22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

Batal Bulan Ini, Bus Macito Beroperasi Saat HUT Kota Malang

MALANG KOTA – Masyarakat Kota Malang yang ingin naik bus Malang City Tour (Macito) harus bersabar lagi. Pasalnya, bus berwarna biru itu batal mengaspal bulan ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang selaku operator bus masih melakukan sejumlah persiapan.

Salah satu persiapan itu adalah  uji kelayakan jalan. Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono menjelaskan, uji kelayakan jalan harus dilakukan demi menjamin  keamanan dan keselamatan penumpang.  Namun Heru membantah anggapan bahwa desain bus tersebut kurang aman. ”Bukan kurang aman, tapi kami uji dari jarak tempuh maupun rutenya,” katanya saat ditemui kemarin (11/2).

Mantan Camat Klojen itu memastikan bahwa bus yang menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar itu bisa mengaspal pada 1 April mendatang berketepatan HUT Kota Malang. Pada momen tersebut, bus Macito sudah melayani penumpang umum. Heru juga memastikan ke depan bus itu dapat dinaiki oleh masyarakat secara gratis.

Baca Juga:  Pakar Perairan: Perlu Aplikasi Khusus Pantau Kondisi Saluran Air

Terkait kapasitas, bus satu lantai itu dapat menampung 20 penumpang sekaligus. Namun tentu dengan pengaturan jarak untuk mencegah kerumunan dan penyebaran virus korona. Heru juga membocorkan rute bus itu bakal melewati Kajoetangan Heritage. ”Nuansa bus dengan kawasan kan sudah nyambung. Kami masih bahas detail rutenya,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi A DPRD Kota Malang Akhdiyat Sabril Ulum mengaku tak masalah dengan batalnya operasional bus Macito bulan ini. Pendapat lain diungkapkan olehnya. Yakni kasus harian Covid-19 yang terus merebak di Kota Malang juga tak mungkin mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. ”Bus Macito kan juga kecil, hanya bisa menampung maksimal 20 orang. Saya rasa juga kurang mumpuni jika mengaspal bulan ini,” kata pria yang kerap disapa Ulum itu.

Baca Juga:  Hai Penyintas Covid-19, Kota Malang Butuh Donor Plasma Konvalesen

Jika pada April mendatang kondisi Covid-19 masih terus meninggi, DPRD Kota Malang masih bisa memaklumi jika operasional bus tersebut ditunda lagi. Masyarakat juga harus memahami bahwa kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Ke depan, pihaknya tetap meminta dishub untuk mematangkan konsep rute bus Macito. ”Jika sudah ada rute, nanti bisa dilakukan sosialisasi agar masyarakat paham,” saran Ulum. (adn/fat)

MALANG KOTA – Masyarakat Kota Malang yang ingin naik bus Malang City Tour (Macito) harus bersabar lagi. Pasalnya, bus berwarna biru itu batal mengaspal bulan ini. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang selaku operator bus masih melakukan sejumlah persiapan.

Salah satu persiapan itu adalah  uji kelayakan jalan. Kepala Dishub Kota Malang Heru Mulyono menjelaskan, uji kelayakan jalan harus dilakukan demi menjamin  keamanan dan keselamatan penumpang.  Namun Heru membantah anggapan bahwa desain bus tersebut kurang aman. ”Bukan kurang aman, tapi kami uji dari jarak tempuh maupun rutenya,” katanya saat ditemui kemarin (11/2).

Mantan Camat Klojen itu memastikan bahwa bus yang menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar itu bisa mengaspal pada 1 April mendatang berketepatan HUT Kota Malang. Pada momen tersebut, bus Macito sudah melayani penumpang umum. Heru juga memastikan ke depan bus itu dapat dinaiki oleh masyarakat secara gratis.

Baca Juga:  Terungkap! Pembunuh Bagus Bermortif Asmara dan Harta

Terkait kapasitas, bus satu lantai itu dapat menampung 20 penumpang sekaligus. Namun tentu dengan pengaturan jarak untuk mencegah kerumunan dan penyebaran virus korona. Heru juga membocorkan rute bus itu bakal melewati Kajoetangan Heritage. ”Nuansa bus dengan kawasan kan sudah nyambung. Kami masih bahas detail rutenya,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi A DPRD Kota Malang Akhdiyat Sabril Ulum mengaku tak masalah dengan batalnya operasional bus Macito bulan ini. Pendapat lain diungkapkan olehnya. Yakni kasus harian Covid-19 yang terus merebak di Kota Malang juga tak mungkin mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. ”Bus Macito kan juga kecil, hanya bisa menampung maksimal 20 orang. Saya rasa juga kurang mumpuni jika mengaspal bulan ini,” kata pria yang kerap disapa Ulum itu.

Baca Juga:  Di Kabupaten Malang, Alfamart Salurkan Donasi Konsumen ke Ponpes Nur Ilahi

Jika pada April mendatang kondisi Covid-19 masih terus meninggi, DPRD Kota Malang masih bisa memaklumi jika operasional bus tersebut ditunda lagi. Masyarakat juga harus memahami bahwa kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Ke depan, pihaknya tetap meminta dishub untuk mematangkan konsep rute bus Macito. ”Jika sudah ada rute, nanti bisa dilakukan sosialisasi agar masyarakat paham,” saran Ulum. (adn/fat)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/