30.4 C
Malang
Jumat, Desember 8, 2023

Animo Peserta LO Kreatif 2020 Aptisi Wilayah VII Jatim Cukup Tinggi

MALANG KOTA – Pandemi bukanlah halangan untuk terus berpestrasi. Banyak wadah yang tersedia untuk terus mengukir prestasi, salah satunya adalah melalui Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa (LO Kreatif) 2020.

Di kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) ini ada lima kategori yang dilombakan. Yakni ide bisnis, desain poster, aplikasi mobile/Web, desain UI/UX aplikasi mobile/Web, dan video pendek.

Animo mengikuti kompetisi dengan tema “Kreativitas Anak Bangsa untuk Indonesia Saat Pandemi” ini cukup tinggi. Sebab ratusan pendaftar sudah siap bersaing di kompetisi bergengsi ini.

“Sangat tinggi animonya, yang ikut lomba poster aja sudah mencapai 200 lebih peserta. Tapi hanya 12 tim yang masuk ke penjurian final 16-17 November nanti,” ujar Rahardian Bagaskoro, salah seorang juri lomba poster Poster, Selasa (10/11).

Baca Juga:  Besok Ada Demo Lagi, Aparat Siapkan 3000 Personel

Hingga saat ini untuk lomba di bidang ide bisnis suda ada 262 tim yang terdaftar, desain poster 249 tim, aplikasi mobile atau website 24 tim, desain UI/UX aplikasi mobile atau website 43 tim, dan video pendek 115 tim.
Menurut dia, kreativitas yang dimunculkan mahasiswa sangat menarik. Di kompetisi ini banyak peserta yang mampu membawakan solusi dari isu-isu sosial.

“Untuk lomba desain poster pun mereka merancang solusi dari isu-isu yang ada dengan coretan-coretan dimensi yang sangat keren,” ujar pria yang akrab disapa Bagas ini.

Karena ini masa pandemi, banyak peserta yang mengangkat isu menarik di sekitar kita. “Jadi temanya tentang kreativitas di masa pandemi. Sehingga isu yang diambil kebanyakan berhubungan dengan kesehatan, pangan, industry, dan yang mendukung sustainable development goals lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  BRI Catat Penurunan Jumlah Restrukturisasi Kredit, Ini Rinciannya

Dia menambahkan, adanya lomba seperti ini bisa menjadikan anak muda lebih kritis dengan isu-isu yang ada di sekitar. “Mereka juga tak hanya peka isu, tapi mampu memberi solusinya. Tentunya lomba seperti ini harus dibuat berkelanjutan, dan hasil dari karya peserta bisa direalisasikan,” kata Bagas.

Pewarta: Errica Vannie Arshita

MALANG KOTA – Pandemi bukanlah halangan untuk terus berpestrasi. Banyak wadah yang tersedia untuk terus mengukir prestasi, salah satunya adalah melalui Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa (LO Kreatif) 2020.

Di kompetisi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) ini ada lima kategori yang dilombakan. Yakni ide bisnis, desain poster, aplikasi mobile/Web, desain UI/UX aplikasi mobile/Web, dan video pendek.

Animo mengikuti kompetisi dengan tema “Kreativitas Anak Bangsa untuk Indonesia Saat Pandemi” ini cukup tinggi. Sebab ratusan pendaftar sudah siap bersaing di kompetisi bergengsi ini.

“Sangat tinggi animonya, yang ikut lomba poster aja sudah mencapai 200 lebih peserta. Tapi hanya 12 tim yang masuk ke penjurian final 16-17 November nanti,” ujar Rahardian Bagaskoro, salah seorang juri lomba poster Poster, Selasa (10/11).

Baca Juga:  Ketulusan Mantri BRI Menjadi Agen Pembangunan di Perbatasan

Hingga saat ini untuk lomba di bidang ide bisnis suda ada 262 tim yang terdaftar, desain poster 249 tim, aplikasi mobile atau website 24 tim, desain UI/UX aplikasi mobile atau website 43 tim, dan video pendek 115 tim.
Menurut dia, kreativitas yang dimunculkan mahasiswa sangat menarik. Di kompetisi ini banyak peserta yang mampu membawakan solusi dari isu-isu sosial.

“Untuk lomba desain poster pun mereka merancang solusi dari isu-isu yang ada dengan coretan-coretan dimensi yang sangat keren,” ujar pria yang akrab disapa Bagas ini.

Karena ini masa pandemi, banyak peserta yang mengangkat isu menarik di sekitar kita. “Jadi temanya tentang kreativitas di masa pandemi. Sehingga isu yang diambil kebanyakan berhubungan dengan kesehatan, pangan, industry, dan yang mendukung sustainable development goals lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Perebutan Kursi Rektor UM Mulai Seru

Dia menambahkan, adanya lomba seperti ini bisa menjadikan anak muda lebih kritis dengan isu-isu yang ada di sekitar. “Mereka juga tak hanya peka isu, tapi mampu memberi solusinya. Tentunya lomba seperti ini harus dibuat berkelanjutan, dan hasil dari karya peserta bisa direalisasikan,” kata Bagas.

Pewarta: Errica Vannie Arshita

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/